Minggu, 22 Mei 2016

ANALISIS S.W.O.T

ANALISIS S.W.O.T
1.      Pendahuluan
Dimana seseorang wirausaha memasuki dunia usaha guna memasarkan produk atau barangnya,wirausaha harus mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan langsung baik dari dalam (internal) yang berupa Strength dan Weakness maupun dari faktor luar (eksternal) yang berupa Oppurtunity dan Threat. Dalam hal ini penulis akan membahas S.W.O.T dalam kewirausahaan.
2.      Pembahasan
2.1  Pengertian Analisis S.W.O.T
Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau di dalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangkan panjang.
Wikipedia bahasa Indonesia : metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.
Kesimpulan dari kelompok : Analisis SWOT adalah metode yang digunakan untuk mempermudah wirausaha untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bisnis dan dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan rencana yang matang.

2.2  Pengertian Strength,Weakness,Oppurtunity,Threat.
1.     Strength (kekuatan) : merupakan segala sesuatu yang menjadi keunggulan bagi produk kita yang belum tentu dimiliki pesaing barang yang sejenis dan tidak sejenis.
2.     Weakness (kelemahan) : merupakan segala sesuatu yang menjadi titik lemah bagi produk yang kita tawarkan. Hal ini harus segera di minimalisir agar produk kita tidak gagal di dalam pemasaran produk baru. Karena konsumen dewasa ini sudah mulai selektif dan kritis dalam menanggapi produk baru yang baru ditawarkan ke pasaran. Pesaing dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pesaing intertipe (tidak sejenis) dan intratipe (sejenis)
3.     Opportunity (Peluang) : merupakan kesempatan yang di dapatkan ketika produk kita dipasarkan ke dunia usaha. Kesempatan dapat diperoleh dari permintaan konsumen atas barang yang belum ada di pasaran maupun sedikitnya pesaing kita yang dapat mengancam eksistensi produk kita. Peluang ini harus dimaksimalkan sedemikian mungkin agar kita dapat celah atau bagian di hati pelanggan,sehingga jika kita ingin meluncurkan produk baru dengan brand yang sama,kita tidak perlu sulit ketika halnya kita masuk ke dunia usaha dengan brand yang benar-benar baru dan belum dikenal orang.
4.     Threat (Ancaman) : merupakan ancaman atas eksistensi/keberadaan produk yang kita tawarkan. Ancaman biasanya datang dari lingkungan eksternal usaha yaitu misalnya sulitnya kita masuk ke dalam pasar karena modal yang terbatas dan kita merupakan pendatang yang memiliki brand baru dan harus menghadapi awareness dari target konsumen yang kita ingin capai.

3.      Contoh Analisis SWOT
 KETAN



ANALISIS SWOT
Strength (kekuatan)
Analisis menggunakan S :
1)      Konsep yang ditawarkan menggunakan Wifi
2)      Kurangnya tempat nongkrong anak mudah
3)      Harga merakyat
4)      Konsep anak muda
5)      Menggunakan konsep lesehan
6)      Mudah di akses
7)      Memiliki website dan forum pribadi
8)      Mengutamakan Brand
9)      Bebas bahan pengawet
Hal yang dilakukan setelah analisis 
1)      Mengutamakan bebas bahan pengawet
2)      Mengelola dengan baik website dan forum
3)      Menonjolkan konsep anak muda
4)      Mempertahankan harga merakyat

Weakness (kelemahan)
Analisis menggunakan W :
1)      Modal untuk memulai usaha masih kurang
2)      Modal besar
3)      Masih belum ada Brand

Hal yang dilakukan setelah analisis
1)      Meminimalisir biaya / modal
2)      Membuat brand yang unik

Opportunity (Peluang)
Analisis menggunakan O :
1)      Dengan daya inovatif dan kreatif usaha ini memiliki kesempatan besar untuk menguasai pasar.
2)      Belum banyak tempat makan yang menjual menu utamanya adalah ketan
3)      Jarangnya tempat nongkrong untuk anak muda yang biasanya mencari tempat yang memiliki akses Wifi
4)      Malam minggu biasanya menjadi favorit anak muda untuk berkumpul bersama teman2.
5)      Memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar

Hal yang dilakukan setelah analisis 
1)      Merekrut tenaga kerja dari warga sekitar
2)      Memasang dan merawat Wifi
3)      Mempertahankan konsep yang inovatif

Threat (Ancaman)
Analisis menggunakan T :
1)      Wifi terkadang memiliki gangguan
2)      Harga bahan baku yang meningkat
3)      Banyak pesaing yang mengikuti konsep yang telah kita buat.

Hal yang dilakukan setelah analisis
1)      Merawat Wifi dan menyiapkan tekhniksi yang siap dihubungi 24 jam
2)      Mengusahkan mempertahankan harga
3)      Mempertahankan pengunjung dengan inovasi baru.

4.      Daftar Pustaka
                http://andreasharahap.blogspot.co.id/2013/04/analisis-s.html (22 mei 2016 : 10.50)




Minggu, 15 Mei 2016

KONSEP KEWIRAUSAHAAN ( KELOMPOK_13 )

KONSEP KEWIRAUSAHAAN



A.    PENDAHULUAN
Ditahun sekarang ini kewirausahaan sangat dibutuhkan oleh semua orang tanpa terkecuali, karena kewirausahaan mampu membantu kita untuk belajar mandiri dan mampu berfikir jernih untuk bersaing sehat dengan usaha yang lain dan mendapatkan penghasilan yang tinggi. Pada kesempatan ini penulis akan memperjelas tentang apa itu kewirausahaan dan kapan kewirausahaan dilahirkan.

B.     PETA KONSEP

C.     KAJIAN TEORI
1.   Pengertian Kewirausahaan
a.       Dilihat dari segi etimologi, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan berwatak agung. Adapun usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Dengan demikian, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
b.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.
Kesimpulan dari penulis, Kewirausahaan adalah Proses dalam mengerjakan suatu produksi yang dilaksanakan oleh seseorang atau sekolompok untuk mendapatkan dan menghasilkan suatu karya dan berinovasi supaya barang tersebut mendapat nilai lebih.
2. Awal Mula Kewirausahaan
Kewirausahaan pertama kali muncul pada Abad ke-18, diawali dengan penemuan baru, seperti mesin uap, mesin pemintal, dan lain-lain. Tujuan utamanya adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Selain itu, keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi industry pada akhir abad ke-18. Masa tersebut merupakan era produksi dengan menggunkan mesin yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt, mesin pemintal benang oleh Richard Arkwright, dan lain-lain. Orang-orang ini sangat penting dalam pembangunan perekonomian Inggris. Mereka menerapkan penemuan ilmu untuk tujuan produksi dan berusaha mendapatkan peningkatan output industry yang sangat besar melalui penggunaan tenologi baru.
Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Mereka bukan berasal dari golongan bangsawan, melainkan muncul dari kelas menegah kebawah, didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utamanya adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang dilakukan, yaitu tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sevagai tujuan pertama. Keberhasilan member arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan.
3. Tujuan dari kewirausahaan, sebagai berikut:
a.       Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
b.      Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
c.       Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
d.      Menumbuhkembangkan kesadaran dan’orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat..
4. Manfaat Kewirausahaan
a.       Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Menjadi contoh bagi masyarakat sebagai pribadi yang unggul dan patut diteladani
b.      Dapat memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuanya
c.       Menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran
d.      Dapat mendidik masyarakat hidup efisien dan tidak boros

D.    SAJIAN KASUS

21 Des 2010
Tenun NTT (Tenun Kali Uda ) Bukan Tenunan Biasa
Kualitas tenunan Kali Uda dianggap tertinggi di Sumba, Nusa Tenggara Timur, karena lentur, tidak luntur, ringan, dan dapat dibuat menjadi pakaian. Pembuatan kain tenun ikat tradisional ini menggunakan pewarna alami. Kerajinan tenun Nusa Tenggara Timur merupakan aset budaya luar biasa. 
Tenun Kali Uda
Salah satu tenun NTT yang terkenal berasal dari Kali Uda di Pulau Sumba. Desa ini terletak 120 kilometer selatan Waingapu, Sumba Timur. Kualitas tenunan Kali Uda dianggap tertinggi karena lentur, tidak luntur, ringan, dan dapat dibuat menjadi pakaian.
Warna dasar tenun Kali Uda adalah merah, putih, dan hitam. Ragam motif biasanya ayam, burung, kuda, kerbau, sapi, serta mamuli (perhiasan berbentuk rahim perempuan).
Selain menjadi mahar kawin yang bernilai tinggi di kalangan warga Sumba, tenun ikat Kali Uda diminati turis asing. Bahkan di Denpasar, Bali, ada toko khusus yang menjual tenun Kali Uda. ”Meski harganya mahal, turis Jepang belanja sampai ratusan lembar,” kata Jery Nola (29), seorang pria perajin.
Harga selembar kain Kali Uda berukuran 1,7 meter x 2,3 meter Rp 800.000-Rp 25 juta per lembar, tergantung motif, tingkat kesulitan menenun, pewarna, dan kualitas benang.
Sayangnya, menurut Kepala Desa Kali Uda, Umbu Yiwa Hanggi, belum ada organisasi yang memayungi tenun ikat Kali Uda. Padahal, 90 persen warga Kali Uda adalah penenun.
Perkembangan tenun NTT menghadapi tantangan yang tidak ringan. Desakan ekonomi yang semakin berat memaksa penenun meninggalkannya.
Di Kali Uda, misalnya, sampai hari ini belum ada pemasaran yang masif atas hasil kerajinan masyarakat itu. Gagal panen dan kemarau panjang yang sering melanda pantai selatan Sumba Timur memperberat kondisi mereka. Kalau dulu, hasil panen bisa mengisi kekosongan pendapatan mereka; kini, pertanian tidak bisa lagi diandalkan.
Sumber:
http://oase.kompas.com/read/2010/12/13/14344880/Tenun.NTT.Bukan.Tenunan.Biasa-3 (SEM/RUL/ANS/KOR)
Editor: Jodhi Yudono

E.     SOLUSI KASUS
Sarana dan prasarana UKM harus diperbaiki atau para pengrajin dijadikan satu tempat UKM tenun supaya pengrajin bisa saling membantu dalam pembuatan kain tenun. Untuk pemasaran pengrajin dan pemerintah saling bekerjasama, pemerintah diharapkan mempromosikan kain tenun buatan Kali Uda dan memasarkannya diluar Sumba dan diluar Indonesia supaya lebih terkenal dan menjadi mata pencarian yang menjanjikan bagi masyarakan Kali Uda, NTT.

F.      PENUTUP
Dari penjelasan mengenai kewirausahaan dapat ditarik kesimpulan bahwa kewirausahaan adalah Proses dalam mengerjakan suatu produksi yang dilaksanakan oleh seseorang atau sekolompok untuk mendapatkan dan menghasilkan suatu karya dan berinovasi supaya barang tersebut mendapat nilai lebih.
Dan juga kerjasama antara wirausaha dan pemerintah harus berkesinambungan dalam memasarkan produk yang dihasilkan oleh UKM baik itu dari tradisional maupun modern, supaya wirausaha mempunyai kesempatan dalam berkarya dan memperoleh hasil yang maksimal.

G.    DAFTAR PUSTAKA
Rusdiana, H. A. 2014. Kewirausahaan Teori dan Praktek. Bandung : Pustaka Setia.