Selasa, 28 Juni 2016

KEWIRAUSAHAAN DALAM MENGHADAPI MEA

BAB 1
PENDAHULUAN
Persaingan di bursa aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean. Oleh sebab itu para usaha di wajibkan untuk mengetahui bagaimana MEA itu demi menyiapkan diri untuk menghadapi barang-barang atau usaha yang akan masuk di Indonesia dan akan bersaing merebutkan para konsumen di Indonesia. Maka dari itu penulis akan membahas apa itu MEA dan bagaimana cara untuk menghadapi MEA tersebut.

BAB 2
PEMBAHASAN
1.      MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
A.    Pengertian MEA
MEA adalah sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk menghilangkan, jika tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi. Hal ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.
B.     Tujuan MEA
Tujuan utama MEA 2016 yang ingin menghilangkan secara signifikan hambatan-hambatan kegiatan ekonomi lintas kawasan tersebut, diimplementasikan melalui 4 pilar utama, yaitu :
1)      ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (single market and production base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas
2)      ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi (competitive economic region), dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce;
3)      ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata (equitable economic development) dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara CMLV (Cambodia, Myanmar, Laos, dan Vietnam);
4)      ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global (integration into the global economy) dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

C.     MEA Bagi Indonesia
MEA menjadi dua sisi mata uang bagi Indonesia : satu sisi menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan kualitas dan kuantitas produk dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia kepada negara-negara lain dengan terbuka, tetapi pada sisi yang lain dapat menjadi boomerang untuk Indonesia apabila Indonesia tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.
Indonesia harus melihat MEA sebagai peluang yang terbuka untuk memperbaiki kualitas SDM yang ada dengan meningkatkan daya saing, menyediakan pendidikan dan kesehatan yang memadai, dan memberikan edukasi terhadap pentingnya MEA 2016. Meskipun peran dominan dalam meningkatkan kualitas menjadi milik pemerintah, bukan berarti seluruh tanggung jawab berada di tangan pemerintah. Justru sebaliknya, perlu kesadaran bahwa efek dari MEA akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan tanggung jawab untuk berpartisipasi dan mempersiapkan diri menjadi milik bersama. 
Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia.
2.      Cara Menghadapi MEA Bagi Kewirausahaan
a)      Original Desain = Dimana hanya Desain terbaiklah  yang nanti akan dipilih konsumen.
b)      strategi pemasaran = Tentunya dengan memnfaatkaan even-event promosi dimanapun berpartisipasilah dan  gencar menggelar pameran produk kebanggaan Indonesia, baik itu di dalam negeri maupun luar negeri.
c)      strategi dalam mekanisme perusahaan = khususnya dalam pemanfaatan teknologi menjadi faktor penunjang kualitas produk UMKM.  Hanya dengan teknologi yang baik, produk bisa bersaing, apalagi di era pasar bebas ini.
d)     Strategi Keunggulan Pelayanan yang meliputi pelayanan yang terintegrasi yang ditujukan untuk memberikan kemudahan, ketepatan, keamanan dan kecepatan pelayanan, dan tentunya dengan membuat strategi dalam Kehandalan Karyawan, hususnya karyawan operasional yang terlibat langsung dengan pelanggan, maupun karyawan yang ada dibelakang (back office) dalam memberikan  pelayanan yang sesuai dengan keinginan konsumen.
e)      strategi dalam memperlakukan Konsumen  agar  puas terhadap barang dan jasa yang dikonsumsinya akan mempunyai kecenderungan untuk membeli ulang “repeater guest” dari produsen yang sama. Kepuasan merupakan faktor yang mendorong adanya komunikasi dari mulut ke mulut.  Bentuk dari komunikasi dari mulut ke mulut yang disampaikan oleh orang yang puas ini bisa berbentuk rekomendasi kepada calon konsumen lain, dorongan kepada rekan untuk melakukan bisnis dengan penyedia dimana konsumen puas, dan mengatakan halhal yang baik tentang penyedia jasa dimana ia puas .  Efek kepuasan konsumen terhadap perilaku adalah konsumen yang puas cenderung untuk mempertimbangkan penyedia jasa yang mampu memuaskan sebagai pertimbangan pertama jika ingin membeli produk atau jasa yang sama.

BAB 3
KASUS
Iseng Sulap Enceng Gondok, Jadi Bisnis Beromzet Jutaan Rupiah
Ninik Setrawati - detikfinance

Iseng Sulap Enceng Gondok, Jadi Bisnis Beromzet Jutaan Rupiah
Jakarta -
Enceng gondok yang sering dianggap sebagai tanaman pengganggu bagi para petani, tidak demikian halnya bagi Rafi Hartono, pemilik Geni Art. Melalui keuletannya, enceng gondok tersebut disulap menjadi produk kreatif yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah ke kantongnya. Usaha kreatif Geni Art dimulai oleh Rafi sejak 2004. Modal awal yang ia keluarkan bisa dibilang sangat kecil, yaitu Rp 45.000. Uang ini ia gunakan untuk membeli perlengkapan gambar, misal penggaris, cutter, dan pensil.  Ide cemerlang untuk memanfaatkan enceng gondok ia temukan secara tak sengaja. Saat itu ia beserta teman-temannya sedang bermain di rawa. Di rawa itulah ia menemukan enceng gondok untuk kemudian dibuat mainan mobil-mobilan sejenis bemo.  "Setelah jadi mobil-mobilan, kita letakkan mainan itu di pinggir jalan dengan harapan ada orang yang tertarik saat melihatnya. Waktu itu kita belum tahu harus ke mana memasarkan produk ini," ungkap Rafi kepadadetikFinance pekan lalu dalam acara 'Wirausaha Bank Mandiri'. Harapan Rafi dan temannya terkabul. Suatu ketika datang seseorang yang menawar mobil-mobilan tersebut. Beberapa waktu kemudian, ia didatangi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Semarang dengan tujuan membantu pemasaran dan pemberian dana usaha.  Produk kreatif yang ditawarkan oleh Geni Art diantaranya adalah lokomotif kereta yang dijual dengan harga Rp 375 ribu, mobil bemo Rp 85 ribu, kotak tissue seharga Rp 35 ribu, dan tutup lampu Rp 60 ribu.  Dalam soal pemasaran, Rafi mengaku tidak mengalami kesulitan. Ia mengatakan membuat produk apa saja pasti akan laku, karena produk kreatif buatannya banyak diminati oleh pembeli. Justru yang menjadi kendala utama usahanya adalah terbatasnya SDM yang kreatif.  "Kalau SDM sebenarnya banyak, tapi yang kreatif itu yang sulit mencarinya," ungkapnya. Kendala lain yang diungkapkan oleh Rafi adalah menciptakan model atau produk terbaru bagi usahanya. Selama ini ia menciptakan model terbaru melalui ide kreatifnya sendiri dengan melakukan berbagai percobaan atau melalui internet.  Mengenai modal, Rafi juga tidak kuatir, karena saat ini ada bank yang bisa memberikan modal bagi usaha kreatif miliknya. Bank yang disebut oleh Rafi adalah Bank Mandiri.  "Modal bisa dibilang tidak ada masalah. Untuk meminjam pun tidak terlalu sulit. Sekarang sudah ada bank yang percaya pada kerajinan enceng gondok yang ada di tempat kami, jadi agak mudah kalau mau meminjam," imbuhnya. Mengenai suplai bahan baku yang biasanya dikeluhkan oleh para pengusaha, Rafi tidak mempersoalkan masalah tersebut. Bahan baku enceng gondok bisa ia peroleh dengan mudah, karena di tempat tinggalnya berdekatan dengan rawa yang memang banyak terdapat enceng gondok.  Jika dulu ia mencari sendiri enceng gondok tersebut, kini ia mengerahkan masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan eceng gondok itu. Biasanya ia membeli Rp 3.500/kg enceng gondok kering atau Rp 1.500/kg untuk enceng gondok basah. Agar enceng gondok bisa dipakai, enceng gondok harus dalam kondisi kering. Jika ingin ecneng gondok yang berbentuk lembaran, maka pertama-tama kupas enceng gondok untuk dibuang isinya. Setelah itu baru kemudian dijemur. Proses pengeringan biasanya memakan waktu selama 3 hari. Yang perlu diingat dalam proses pengeringan adalah jangan sampai enceng gondok bersentuhan dengan tanah karena akan menimbulkan jamur. Jika sudah demikian, maka enceng gondok tidak bisa dipakai lagi. Isi enceng gondok ternyata juga tak kalah bermanfaat dibanding kulitnya. Isi enceng gondok yang telah dihancurkan kemudian dicampur dengan lem ternyata juga bisa bermanfaat untuk membuat produk kreatif. Setelah berbentuk bubur dan dicampur dengan lem, cetak bubur tersebut sesuai keinginan. Salah satu produk Geni Art yang terbuat dari bubur isi enceng gondok adalah tutup kampu. Dengan ide kreatif dan larisnya pembeli, dalam sebulan Rafi bisa memperoleh omzet sekitar Rp 8 juta/bulan. Pengeluaran yang dikeluarkan untuk usaha ini-pun tidak terlalu besar. Untuk memenuhi permintaan konsumen, dalam sebulan Rafi bisa menghabiskan 150 kg enceng gondok, 10 kaleng lem (30 kg/kaleng), dan 50 kertas daur ulang. Rafi berharap agar usaha kreatif enceng gondok semakin berkembang dan diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran. Kini, Rafi telah memiliki showroom sendiri di rumahnya. Ia berharap kelak showroom tersebut bisa digunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan berbagai hasil kerajinan kretaif di tempatnya. "Saya ingin agar desa saya menjadi sentra kerajinan enceng gondok dan bisa dikenal hingga ke luar negeri," pungkasnya. Jika Anda mempunyai ide kreatif, munculkan ide Anda dalam bentuk sebuah produk. Jika sudah demikian, maka Anda akan mendulang kesuksesan yang sama seperti Rafi Hartono, pemilik Geni Art.


BAB 4
SARAN
Dalam proses pemasaran harus melihat Negara yang selain Indonesia supaya dalam menghadapi MEA nanti sudah mempunyai pasar di luar Indonesia dan SDM yang kreatif harus segera di temukan supaya dalam pembuatan ide tidak itu-itu saja tetapi mempunyai banyak ide yang kreatif. Dalam pembuatan SDM kreatif yang pertama harus memberi cara pembuatan dan yang kedua dengan cara seminar tentang kreatifitas.
BAB 5
KESIMPULAN
MEA adalah sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk menghilangkan, jika tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi. Dalam berwirausaha sekarang ini harus mengutamakan Original Desain, strategi pemasaran, strategi dalam mekanisme perusahaan, Strategi Keunggulan Pelayanan , strategi dalam memperlakukan Konsumen supaya UKM Indonesia tidak kalah saing dengan produk yang akan masuk di Indonesia dan untuk menjadikan Indonesia kuat dalam bidang kewirausahaan di dalam ASEAN.

BAB 6
DAFTAR PUSTAKA







Selasa, 21 Juni 2016

PENGORGANISASIAN KEWIRAUSAHAAN

BAB 1
PENDAHULUAN
Dalam menjalankan pengorganisasian bagian yang sangat penting demi kelangsungan usaha yang akan di hadapi baik sekarang ataupun masa yang akan datang. Struktur organisasi adalah susunan komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukan adanya pembagian kerja dan menunjukkan fungsi atau kegiatan yang berbeda kemudian diintergrasikan. Selain itu, struktur organisasi juga memperlihatkan arus interaksi dalam organisasi yang memutuskan, memerintah, menjawab dan melaksanakan pekerjaan. Oleh sebab itu penulis akan menjelaskan tentang pengorganisasian.

BAB 2
PEMBAHASAN
1.       Definisi Pengorganisasian
1)      Menurut Jones (2014: 2) organisasi sebagai alat yang digunakan oleh orang-orang untuk mengordinasikan tindakan mereka dalam rangka mendapatkan sesuatu yang dikehendaki atau nilai guna mencapai tujuan.
2)      Stoner dan Walker (1986) : Pengorganisasian merupakan satu proses di mana aktivitas kerja disusun dan dialihkan kepada sumber tenaga untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.
3)      Jadi menurut kelompok, pengorganisasian adalah suatu tindakan yang di pergunakan oleh tenaga kerja dalam melakukan sebuah aktivitas usaha dalam mencapai tujuan perusahaan.
2.       Proses pengorganisasian
4 langkah utama dari proses pengorganisasian
·         Langkah pertama dari wirausaha berupa menilai proses pengorganisasian yang akan tercemin dalam rencana dan tujuan. Karena rencana melibatkan penentuan mencapai tujuan dan pengorganisasian melibatkan penentuan sumber daya yang akan digunakan untuk mengaktifkan rencana, wirausaha hendaknya memulai pengorganisasian dengan mengerti perencanaan.
·         Langkah kedua dan ketiga dari proses pengorganisasian dipusatkan pada tugas yang harus dilaksanakan dalam system manajemen. Setelahj mengerti rencan dan tujuan, wirausaha harus merancang bidang tugas atau pekerjaan besar yang harus dilasanakan. Setelah itu, wirausaha harus membagi tugas besar tersebut menjadi subtugas.
·         Langkah keempat evaluasi hasil dari strategi pengorganisasian untuk mengumpulkan umpan balik. Umpan balik diperlukan untuk memperbaiki organisasi.

3.       Struktur organisasi
Ada 6 (enam) elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika mereka hendak mendesain struktur organisasi mereka. Ke enam elemen tersebut adalah spesialisasi kerja, departementalisasi, rantai komando, rantai kendali, sentralisasi dan desentralisasi serta formalisasi.
a.    Spesialisasi Pekerjaan
Spesialisai pekerjaan merupakan perincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab melaksanakan tugasnya masing-masing. Hakikat dari spesialisasi pekerjaan adalah bahwa ketimbang seluruh pekerjaan dilakukan oleh seorang individu, pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi sejumlah tahap, dengan masing-masing tahap diselesaikan oleh seorang individu tersendiri. Intinya, individu menkhususkan diri dalam melakukan bagian dari suatu kegiatan ketimbang seluruh kegiatan. Manajemen melihat hal ini sebagai suatu sarana yang paling efisien untuk memanfaatkan ketrampilan karyawan.

b.    Departementalisasi
Departementalisasi ialah basis pengelompokan posisi dalam departemen-departemen sehingga tugas-tugas dapat dikoordinasikan berdasaarkan fungsi-fungsi yang dijalankan.Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada pembahasan yang kedua.
c.    Rantai Komando
Rantai komando ialah suatu garis wewenang tanpa putus dari puncak organisasi ke bagian paling bawah dan menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada siapa. Hal ini dikaitkan dengan dua prinsip dasar yang saling melengkapi, Prinsip kesatuan perintah berarti bahwa setiap karyawan bartanggung jawab hanya kepada satu supervisior. Prinsip scolar merujuk pada garis wewenang yang terdefinisikan dengan jelas, termasuk seluruh karyawan. Wewenang dan tanggung jawab untuk tugas yang berbeda harus jelas. Ada 3 konsep dalam rantai komando:
a.       Wewenang (Authority)
Merupakan hak formal dan sah dari seorang manajer untuk mengambil keputusan, mengeluarkan perintah, dan mengalokasikan sumber daya agar tercapai hasil yang diharapkan organisasi. Wewenang ditentukan oleh 3 kategori :
·         Wewenang berada pada posisi organisasi, bukan kepada orang
·         Wewenang diterima oleh bawahan
·         Wewenang mengalir ke bawah pada hierarki vertikal.
b.      Tangung jawab (responsibilty)
Merupakan kewajiban seseorang untuk melakukan tugas atau aktifitas yang diberikan kepadanya. Umumnya manajer diberi wewenang setara  dengan tangung jawabnya. 
c.       Delegasi (Delegation)
Merupakan Pelimpahan wewenang dari atasan kepada bawahannya dalam pengambilan keputusan , namun tidak bisa diartikan sebagai pelimpahan tanggung jawab.
d.      Rentang Kendali
Rentang kendali merupakan jumlah bawahan yang dikendalikan/diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif. Rentang kendali disebut juga rentang manajemen atau rentang supervisi karena menganut prinsip semakin besar jumlah orang yang diawasi semakin sulit bagi atasan untuk mengawasinya. Salah satu ciri dari struktur ini adalah menentukan seberapa dekat supervisor dapat mengawasi bawahannya. Desain struktur organisasi seperti ini lebih efektif dan efisien apabila seorang atasan mengawasi kurang dari 10 orang bawahan. Retang pengawasan rata-rata yang digunakan dalam organisasi menentukan apakah strukturnya tinggi atau datar.
a)      Struktur tinggi (Tall Structure) memiliki rentang yang sempit secara keseluruhan dan lebih banyak tingkat hierarki .
b)      Struktur datar (Flat Structure) memiliki rentang yang luas dan melebar secara horizontal, serta tingkat hhierarki yang lebih sedikit.
e.    Sentralisasi dan Desentralisasi
Istilah ini mengacu pada tingkat sampai sejauh mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada satu titik tunggal dalam organisasi. Biasanya, suatu organisasi dikatakan sentralistis jika manajemen puncak membuat keputusan-keputusan kunci organisasi dengan meminta sedikit masukan atau tanpa maukan sama sekali dari personal tingkat bawah. Sebaliknya, semakin banyak personel tingkat bawah yang memberikan masukan atau secara aktual diberi kebebasan memilih untuk membuat keputusan, semakin desentralisasi suatu organisasi. Dalam organisasi yang desentralistis, tindakan untuk memecahkan masalah dapat diambil dengan lebih cepat, lebih banyak orang bisa memberikan masukan bagi keputusan, dan karyawan lebih kecil kemungkinannya merasa terasingkan dari mereka yang membuat keputusan yang mempengaruhi kerja mereka.
f.     Formalisasi
Formalisasi mengacu sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan. Jika sebuah pekerjaan sangat formal, pemangku pekerjaan akan memiliki sedikit sekali kebebasan untuk memilih apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana dikerjakan. Di organisasi dengan tingkat formalisasi tinggi, ada diskripsi tugas yang jelas, beragam aturan organisasi, dan prosedur yang didefinisikan secara tegas. Manakala tingkat formalisasi rendah, perilaku pekerjaan relatif tidak terprogram dan karyawan memiliki banyak kebebasan untuk menjalankan diskresi mereka terkait dengan pekerjaan.
BAB 3
KASUS
1. Gambaran Umum Perusahaan
BCA Card Centrre Cabang Surabaya merupakan cabang kedua dari empat kantor cabang yang dimiliki oleh BCA Card Centre di Indonesia. Sebagai cabng yang kedua, BCA Card Centre Cabang Surabaya secara resmi mulai beroperasi pada bulan April tahun a992, dimana pendiriannya mengacu pada dasar hukum atas kegiatan usaha institusi kartu kredit yang pada umumnya dikeluarkan oleh bank-bank Indonesia.
Sedangkan dasar hukumnya diataur di dalam pasal 6 huruf “I” Undang-Undang no.7 tahun 1992 tentang Perbankan yang berbunyi :
-Usaha Bank meliputi melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat”.
Selain itu, pendirian BCA Card Centre Cabang Suarabaya juga mengacu pada pokok-pokok Paket Deregulasi Bidang Keuangan dan Perbankan tanggal 27 Oktober 1988 (PAKTO 27) nomor II angka “1″ mengenai kemudahan pembukaan kantor baik, dimana  di dalamnya dijelaskan pada huruf “C”, yaitu : “Untuk pembukaan kantor cabang dapat dilakukan cukup dengan memberitahukan kepada Bank Indonesia”.
2. Struktur Organisasi

struktur orgasnisasi
Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian dapat di uraikan sebagai berikut :
1.       Branch Manager
a. Bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan.
b. Bertanggung jawab kepada pimpinan pusat.
c. Mempunyai wewenang tertinggi dalam pengambilan keputusan.
d. Mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan.
2.       Sekretaris
a. Membantu Branc Manager dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
b. Menangani masalah-masalah kesekretariatan, seperti surat-menyurat, file, dan sebagainya.
3.       Marketing Unit Head
a. Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ada di bagian/unit pemasaran.
b. Mengkoordinasikan dan mengawasi bagian-bagian yang ada pada bagian/unit pemasaran agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan.
4.       Marketing Cardholder
Bertugas untuk menawarkan atau mempromosikan BCA Card ke perusahaan-perusahaan agar mau memiliki BCA Card.
5.       Marketing Merchant
Bertugas untuk menawarkan atau mempromosikan BCA Card dengan mendatangi toko-toko atau pedagang agar mau menerima pembayaran dengan menggunakan BCA Card.
6.       Marketing Support
Bagian dalam yang bertanggung jawab untuk mengurusio administrasi.
7.       Customer Service
Bertugas untuk melayani pelanggan/konsumen yang datang langsung ke BCA Card Centre ataupun yang melalui telepon.
8.       Credit
a. Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ada di bagian kredit.
b. Mengkoordinasi dan mengawasi bagian-bagian yang ada pada bagian kredit sesuai dengan tujuan perusahaan.
9.       Analisa Kredit
Bertugas menganalisa setiap permohonan/aplikasi yang masuk ke BCA Card Centre.
10.   Pengawasan Kredit
Bertugas untuk mengecek tagihan yang masuk ke BCA Card Centre dan mengawasi kartu-kartu kredit.
11.   Penagihan Kredit
Bertugas untuk mengurusi pembayaran Cardholder dengan cara menelpon atau menagih secara langsung.
12.   Risk dan Management Security
Bertugas untuk membantu bagian pengawasan dan penagihan kredit (karena ketiga-tiganya saling berkaitan).
13.   Operational Unit Head
a. Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ada di bagian/unit operasional. agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan.
b. Mengkoordinasi dan mengawasi bagian-bagian yang ada pada bagian/unit operasional agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan.
14.   Kasie Operasional
·         Bertanggung jawab kepada Operasional Unit Head.
·         Mengawasi tugas-tugas dari Staff Operational I dan Staff Operational II.
15.   Staff Operational I dan Staff Operational II
Bertugas untuk mengoperasikan/memproses faktur-faktur yang masuk ke BCA Card Centre.
16.   Kolektor
Bertugas untuk mengambil faktur di toko-toko atau pedagang yang menerima pembayaran dengan BCA Card.

BAB 4
KESIMPULAN
Pengorganisasian adalah suatu tindakan yang di pergunakan oleh tenaga kerja dalam melakukan sebuah aktivitas usaha dalam mencapai tujuan perusahaan.dalam menentukan oraganisasi yang baik dan tepat maka para manajer atau pemilik usaha harus melihat 6 elemen yang harus menjadi kunci dalam pembuatan struktur organisasi supaya mendapat umpan balik yang bagus untuk kedepannya.

BAB 5
DAFTAR PUSTAKA
Rusdiana, H. A. 2014. Kewirausahaan Teori dan Praktek. Bandung : Pustaka Setia.

Selasa, 14 Juni 2016

PERENCANAAN USAHA

BAB I
PENDAHULUAN

Sebagai seorang wirausaha untuk mengawali suatu usaha memerlukan suatu perencanaan usaha sehingga menunjukkan bahwa seseorang serius untuk berwirausaha, dan untuk menghindari faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan, serta mengantisipasi setiap tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan usaha.
Rencana usaha harus dibuat karena Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Di samping itu pembuatan rencana usaha menunjukkan sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha dan komitmen yang kuat untuk menjalankan usahanya sehingga tidak mudah menyerah dan putus asa ketika menghadapi setiap kendala dan resiko usaha.

BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Perencanaan Usaha
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993) (dalam Suryana,2003) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Untuk dapat melakukan semua itu diperlukan sebuah perencanaan yang tepat dan terperinci, sebab perencanaan usaha merupakan suatu alat untuk memastikan bahwa sebuah usaha dijalankan dengan benar dan tepat, yang mencakup pemilihan kegiatan yang akan dijalankan, bagaimana menjalankan dan kapan dimulai dan selesainya pekerjaan itu, untuk membantu tercapainya tujuan usaha.
Seorang wirausaha, menurut Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993) (dalam Suryana,2003), mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : Wirausaha adalah orang yang menciptakan bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali peluang dan mengombinasikan sumber-sumber yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Jadi, pengertian perencanaan usaha menurut kelompok adalah sebagai proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.
B.       Pentingnya Rencana Usaha
Rencana usaha harus dibuat tertulis sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan dan pedoman untuk menjaga agar kegiatan bisnis terarah dan focus pada pencapaian tujuan. Dengan membuat suatu penilaian terlebih dahulu sebelum melakukan investasi yang kemudian dituangkan dalam suatu laporan secara tertulis, Manfaat yang bisa diperoleh dari perencanaan bisnis adalah, bisa digunakan sebagai pedoman atau alat untuk mengetahui apakah kegiatan bisnis yang akan dijalankan itu memungkinkan dan memiliki kelayakan untuk dijalankan dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkannya serta dapat dijadikan sebagai alat pengawasan.
Menurut Bygrave, (1994:115) ada beberapa alasan penting mengapa orang harus menyusun perencanaan usaha:
1.         Untuk Menunjukkan Bahwa Bisnis Ini Layak Dan Menguntungkan
2.         Untuk Mendapatkan Pembiayaan Bank
3.         Untuk Mendapatkan Dana Investasi
4.         Untuk Mengatur Dengan Siapa Harus Bekerjasama
5.         Untuk Mendapatkan Kontrak Besar
6.         Untuk Menarik Tenaga Kerja Inti
7.         Untuk Memotivasi Dan Fokus
Perencanaan usaha bisa dibuat dalam bentuk jangka pendek ataupun jangka panjang sehingga dapat ditentukan langkah awal dan pentahapan program kegiatan yang akan dilakukan dan target yang hendak dicapai serta resiko,hambatan dan tantangan yang akan dihadapi pada setiap tahapannya dan ini merupakan rencana perjalanan yang akan diikuti oleh wirausaha. kedalaman dan rincian dari sebuah perencanaan usaha sangat tergantung kepada luasnya bisnis yang akan dilakukan, dan kompleksitas dari proses pengelolaan bisnis tersebut. Perencanaan usaha juga harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan adanya barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut, sehingga perencanaan usaha harus berbasis pada permintaan pasar.
C.       Membuat Rencana Usaha
Strategi adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan usaha dengan melibatkan semua sumberdaya atau faktor produksi yang dimiliki. Dalam dunia bisnis dikenal beberapa strategi yang biasa diterapkan perusahaan sebagai berikut:
1.         Defender, strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih dan mempertahankan pasar pada segmen sempit dari seluruh pasar potensial yang ada.
2.      Prospector, strategi bisnis yang diarahkan secara agresif untuk meraih pasar seluas-luasnya melalui inovasi produkproduk baru.
3.      Analyzer, strategi bisnis yang dijalankan melalui imitasi, yaitu meniru apa yang dilakukan prospektor. Strategi bisnis seperti ini bertujuan meraih keuntungan dengan meminimalkan risiko.
4.      Kepemimpinan dalam biaya (cost-leadership strategy), strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih pasar seluasluasnya melalui harga produk yang semurah-murahnya.
5.      Diferensiasi (differentiation strategy), strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih pasar seluas-luasnya melalui keunikan produk yang dihasilkan. Keunikan tersebut bisa dicirikan oleh kualitas yang tinggi, pelayanan yang prima, maupun rancangan produk yang inovatif.
6.      Fokus (focus strategy), strategi bisnis yang diarahkan dalam segmen pasar yang sempit yang dijalankan melalui fokus dalam kepemimpinan biaya (cost focus) atau fokus dalam diferensiasi (differentiation focus).
D.      Sifat dan Manfaat Perencanaan Usaha
Suatu perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat sebagai berikut:
1.         Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan yang jelas.
2.         Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.
3.         Berkesinambungan dan estimasi, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang. 
4.         Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan lingkungan bisnis yang dihadapi.
5.         Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan.
Apabila suatu perencanaan usaha memiliki sifat-sifat di atas, maka dengan membuat perencanaan usaha akan diperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:
1.         Pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas.
2.         Menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif serta penggunaan sumberdaya yang lebih efisien.
3.         Menyediakan alat evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha.
4.         Menyediakan landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan. Artinya, perencanaan usaha digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
E.       Proses Perencanaan Usaha
 Ada 4 langkah dalam proses perencanaan usaha, yaitu sebagai berikut :
1.        Mengidentifikasi peluang usaha
Pada umumnya, suatu produk berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan apabila penawaran untuk produk tersebut masih lebih kecil dari permintaannya. Peluang usaha muncul ketika permintaan pasar lebih besar dari penawarannya. Jadi peluang usaha dicirikan oleh masih adanya permintaan pasar untuk produk tersebut.
2.        Menentukan jenis usaha yang akan dijalankan
Berdasarkan langkah indentifikasi akan diperoleh berbagai alternatif jenis usaha yang mungkin dipilih. Dari sejumlah alternatif yang ada, usaha selanjutnya dilakukan penilaian awal untuk menentukan jenis usaha yang paling memungkinkan dan dipandang paling menguntungkan. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin menjadi pendukung maupun penghambat usaha. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain:
a)    Jumlah modal dan sumber modal yang diperlukan.
b)    Ketersediaan bahan baku baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya.
c)    Ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan.
d)   Prospek pemasaran produk yang dihasilkan.
e)    Cara-cara pendistribusian.
f)     Daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.
g)    Selera konsumen.
3.        Melakukan studi kelayakan usaha
Studi kelayakan usaha (SKU) atau feasibillity studi adalah cara yang ditempuh untuk menentukan layak tidaknya suatu gagasan usaha dilaksanakan. Maksud layak di sini dilihat dari berbagai aspek sebagai berikut:
a)      Aspek pasar dan pemasaran
b)      Aspek produksi
c)      Aspek finansial
d)     Aspek organisasi dan manajemen
4.      Membuat proposal usaha
Langkah terakhir dalam proses perencanaan usaha adalah membuat proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen tertulis dari perencanaan usaha.

BAB III
CONTOH Perencanaan Usaha "BANANA BAKNIS"
BANANA BAKNIS FOOD
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2yZm_DIUFIKeKXOj7HPAGL7ezvGeRAYYU82agmzPskgwyZ34xEdWVVN7Xnk2pGgHNbPX6NAujJMiX7ydzdQohqw5SE8cjUlA-UcWBfWRyemPP8eN6dW6NFmGnh9kmvD3HGnGyPoH8UQrO/s320/images.jpeg


Disusun Oleh :
Wulandari Eka Putri



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Perusahaan
            Kami dari perusahaan makanan BANANA BAKNIS (Bakar Manis) yang bergerak di bidang kuliner yang menyajikan makanan dengan bahan dasar pisang dengan rasa yang  beraneka rasa yaitu (Coklat,Strawberry,Keju)
            Kami memilih makanan ini karena buah pisang mudah di temukan dan sekaligus turut serta untuk meramaikan aneka,dan masyarakat Indonesia yang relatif menyukai makanan ringan,kami pun ingin membuat sesuatu yang berbeda dengan kompetiter lainnya dengan variasi makanan yang berbeda.
            Kami berusaha menyajikan makanan ringan yang sehat serta layak di konsumsi. Kami mengharapkan masyarakat merasakan manfaat dari menkonsumsi makanan Banana Baknis kami.
BAB II
ISI BUSINESS PLAN
2.1 Visi & Misi
Visi
Menjadikan makanan pisang menjadi lebih dikenal dan menjadi pilihan utama sebagai makanan ringan bagi masyarakat Indonesia.
Misi
      1.      Berorientasi kepada kepuasan konsumen.
      2.      Membuat aneka makanan pisang dengan berbagai rasa.
      3.      Memperkenalkan kepada masyarakat bahwa buah pisang bisa menjadi makanan ringan.
2.2 Identifikasi Usaha
Nama Usaha                : Banana Baknis
Pemilik Usaha             : Banana Baknis Food
Alamat Usaha             : Wisma Asri 2 Kp.Irian Gang H.Usman RT09/04
Contact Person            : 089654334671
2.3 Ruang Lingkup Usaha
Ruang lingkup usaha yang kami rintis ini masih usaha perumahan kecil, tapi usaha ini sangat menjanjikan karena Banana Baknis kami dapat dikonsumsi oleh semua kalangan.
Tujuan Usaha
     1.      Menerapkan kemampuan berwirausaha
     2.      Memenuhi kebutuhan konsumen
     3.      Memunculkan bakat untuk berbisnis
     4.      Mendapatkan penghasilan

BAB III
ANALISIS USAHA
3.1 Rencana Produk
Produk kami ialah produk makanan ringan, dan produk kami adalah makanan cepat saji yang istimewa. Bahan utama yang kami gunakan adalah pisang nagka, keju, strawberry, cokelat.
Awalnya perusahaan kami dibentuk karena melihat tingkat kesukaan masyarakat kepada makanan ringan yang cukup tinggi. Modal kami berjumlah Rp. 2.014.000,00,- yang berasal dari pinjaman sebesar Rp. 1.500.000,00,- dan Modal Banana Baknis Rp. 5140.000,00,-

3.2 Produk/jasa yang dihasilkan
Keistimewaan banana baknis ini diantaranya :
    v    Hidangan cepat saji yang lezat dan bergizi.
    v  Harga relative terjangkau oleh semua kalangan.
    v  Memiliki variasi rasa (coklat,strawberry,keju).
    v   Dapat diterima oleh semua kalangan.

BAB IV
DESKRIPSI TENTANG USAHA
4.1 Jenis Usaha
Menjual makanan ringan yang lezat dan bergizi dengan berbagai macam varian rasa (cokelat, keju dan strawberry).
4.2 Prospek Usaha
Usaha yang kami dirikan ini merupakan usaha menengah, kalangan manapun tahu dengan produk makanan ini. Dalam usaha ini tingkat persaingan mudah diatasi karena kami selalu berinovatif dan kreatif dalam produk kami sesuai selera konsumen.
BAB V
RENCANA PRODUKSI
Rencana produksi kami dalam jangka waktu 1bulan sebesar 500 buah banana baknis.
5.1 Bahan Baku dan penggunaannya
Bahan-bahan untuk membuat Banana Baknis :
·         Pisang
·         Mentega
·         Selai strawberry
·         Cokelat batang
·         Keju
·         Susu cokelat
Alat untuk membuat :
             ·         Wajan Teflon
             ·         Pisau
             ·         Piring
             ·         Sendok
Cara Pembuatan :
      1.      Potong pisang menjadi 2
    2. Panaskan wajan, masukkan mentega hingga meleleh. Lalu masukkan pisang tadi goring hingga warna kecokelatan.
     3.      Angkat lalu taburi cokelat batang,selai strawberry, keju, dan terakhir susu cokelat hidangkan selagi panas.

BAB VI
RENCANA PEMASARAN
6.1 Analisis persaingan usaha     
SWOT
      A.     STRENGTH (KEKUATAN)
·         Bahan bakunya mudah ditemukan
·         Memiliki rasa khas tersendiri
·         Harga terjangkau
     B.      WEAKNESSES (KELEMAHAN)
·         Tidak tahan lama dan mudah basi
·         Modal usaha yang kecil
    C.      OPPORTUNITIES (PELUANG)
·         Minat akan makanan ringan tinggi
·         Makanan ringan yang kaya akan vitamin
    D.     THREATS (ANCAMAN)
·         Banyak makanan dengan variasi yang lain
·         Ada jenis makanan yang sama
·         Harga produk competitor bersaing
·         Selera konsumen variatif
6.2 Analisis 4P
            1.      Product
·         Type                      : Banana 
·         Brand                        : BANANA BAKNIS
·         Quality                        : Tanpa bahan pengawet
·         Packing              : Menggunakan mika sebagai pengemas produk
            2.      Price
·         Price List             : Rp. 3000 (untuk semua rasa)
                                                     
            3.      Promotion
·         Advertising         : Menggunakan media jejaring social
·         Sales promotion  : Mempromosikan penjualan kepada pelanggan
·         Personal Selling   : Berkeliling dan menjual secara langsung kepada pelanggan
            4.      Place
·         Berlokasi di wilayah perumahan ,dan dipinggir jalan
6.3 Target Dan Segmentasi Pasar
 §  Geografi
1. Wilayah yang kita jadikan target yaitu wilayah Bekasi, alasan kita memilih Bekasi karena bahan-bahan untuk membuat produk ini sangat mudah ditemukan dikota ini.
2. Kami melihat banyaknya peluang bisnis pada makanan yang siap saji, sehingga kami memanfaatkan peluang ini.
 §  Demografi
Berdasarkan demografi, secara pasar kami bertuju pada kalangan mahasiswa, dosen dan lingkungan sekitar Perumahan dan dipinggiran jalan dengan membuka warung untuk mempermudah kami memperoleh informasi pasar.
6.4 Strategi Pemasaran
 Ø  Perkenalan Bisnis
Produk yang kami tawarkan merupakan makanan ringan yang lezat, bergizi, dan harga yang terjangkau. Produk ini bernama “BANANA BAKNIS” yaitu pisang pilihan yang sehat untuk dikonsumsi. Banana baknis ini mempunyai varian rasa yaitu cokelat, strawberry dan keju.
 Ø  Membangun jaringan dengan usaha lain yang dapat mendukung bisnis
Memiliki produk banana baknis ini yang berbahan baku seperti pisang, mentega, cokelat, keju dan strawberry. Oleh karena itu kami berniat bekerja sama kepada perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk kami demi meningkatkan kualitas produk kami.
 Ø        Menciptakan inovasi pada desain yang ditawarkan.
Produk kami kali ini yang pertama : banana baknis dengan dilapisi cokelat strawberry maupun keju kedepannya kami ingin berinovasi untuk membuat banana baknis isi.
 Ø  Meningkatkan kualitas pelayanan
Menyediakan website untuk wadah para konsumen memberikan saran atas produk yang kami buat.
 Ø  Media pemasaran
Kami akan mempromosikan produk kami melalui jejaring social.

BAB VII
                                                    RENCANA PERMODALAN     
7.1 Modal Usaha
Modal banana Baknis                         : Rp.    514.000,00,-
Modal pinjaman                      : Rp. 1.500.000,00,-
Jumlah Pinjaman                     : Rp. 2.014.000,00,-

7.2 Penentuan Harga Produksi

Biaya Baku                             : Rp. 259.000,00,-
Biaya Penolong                       : Rp. 166.000,00,-
Total biaya Produksi               : Rp. 425.000,00,-

Biaya Cetak laporan                : Rp. 6.000,00,-
Biaya ADM                            : Rp. 8.000,00,-
Total Biaya Operasional          : Rp. 14.000,00,-

Harga potong produksi/potong BANANA BAKNIS adalah :
Banana baknis =(Rp. 425.000 + Rp.16.000/500 = Rp. 878,-
Menentukan harga jual
Banana baknis : Rp. 1.756

5.3 Penentuan Harga Jual
Perkiraan laba yang diharapkan :
Rp. 3.000 – Rp. 1.756 = Rp. 1.244,-
BAB VIII
RESIKO
9.1 Resiko yang akan mungkin terjadi didalam usaha kami yaitu :
            1.      Adanya sabotase terhadap usahanya.
            2.      Harga barang-barangnya turun naik.
            3.      Adanya persaingan global.
            4.      Adanya resesi dan inflasi.
            5.      Adanya cashflow yg tersendat-sendat.
            6.      Tingkat penjualan yg rendah.
            7.      Kacaunya distribusi.
            8.      Adanya bencana alam.
            9.      Adanya pencurian, penipuan dsb
BAB X
KESIMPULAN
Usaha banana Baknis kami merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena akan menghasilkan omset yang tinggi. Namun wirausaha harus mempunyai kecakapan dalam melihat analisis SWOT sehingga dapat mengembangkan usaha dengan baik dan lancar, tidak menimbulkan kegagalan produksi ditengah jalan maka seorang wirausaha harus merencanakan usaha semaksimal mungkin agar usaha berkembang dengan cepat. Dan juga kami akan terus melakukan inovasi agar konsumen terus berlangganan kepada kami.


BAB V
KESIMPULAN
1.      Perencanaan usaha adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.
2.      Suatu perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat sebagai berikut: Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan yang jelas. Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung
dengan fakta-fakta yang ada. Berkesinambungan dan estimasi, Pemilihan lokasi dan jenis produk akan menentukan besarnya biaya yang dibutuhkan artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang. Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan
dilaksanakan yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi. Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan.
3.      Beberapa manfaat perencanaan usaha adalah pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas, menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif serta penggunaan sumberdaya yang lebih efisien, menyediakan alat evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha, serta menyediakan landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan. Artinya, perencanaan usaha digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
4.      Proses perencanaan usaha meliputi empat hal, yaitu mengidentifikasi peluang usaha, menentukan jenis usaha yang akan dijalankan, melakukan studi kelayakan usaha, dan membuat proposal usaha.

DAFTAR PUSTAKA