Selasa, 21 Juni 2016

PENGORGANISASIAN KEWIRAUSAHAAN

BAB 1
PENDAHULUAN
Dalam menjalankan pengorganisasian bagian yang sangat penting demi kelangsungan usaha yang akan di hadapi baik sekarang ataupun masa yang akan datang. Struktur organisasi adalah susunan komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukan adanya pembagian kerja dan menunjukkan fungsi atau kegiatan yang berbeda kemudian diintergrasikan. Selain itu, struktur organisasi juga memperlihatkan arus interaksi dalam organisasi yang memutuskan, memerintah, menjawab dan melaksanakan pekerjaan. Oleh sebab itu penulis akan menjelaskan tentang pengorganisasian.

BAB 2
PEMBAHASAN
1.       Definisi Pengorganisasian
1)      Menurut Jones (2014: 2) organisasi sebagai alat yang digunakan oleh orang-orang untuk mengordinasikan tindakan mereka dalam rangka mendapatkan sesuatu yang dikehendaki atau nilai guna mencapai tujuan.
2)      Stoner dan Walker (1986) : Pengorganisasian merupakan satu proses di mana aktivitas kerja disusun dan dialihkan kepada sumber tenaga untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.
3)      Jadi menurut kelompok, pengorganisasian adalah suatu tindakan yang di pergunakan oleh tenaga kerja dalam melakukan sebuah aktivitas usaha dalam mencapai tujuan perusahaan.
2.       Proses pengorganisasian
4 langkah utama dari proses pengorganisasian
·         Langkah pertama dari wirausaha berupa menilai proses pengorganisasian yang akan tercemin dalam rencana dan tujuan. Karena rencana melibatkan penentuan mencapai tujuan dan pengorganisasian melibatkan penentuan sumber daya yang akan digunakan untuk mengaktifkan rencana, wirausaha hendaknya memulai pengorganisasian dengan mengerti perencanaan.
·         Langkah kedua dan ketiga dari proses pengorganisasian dipusatkan pada tugas yang harus dilaksanakan dalam system manajemen. Setelahj mengerti rencan dan tujuan, wirausaha harus merancang bidang tugas atau pekerjaan besar yang harus dilasanakan. Setelah itu, wirausaha harus membagi tugas besar tersebut menjadi subtugas.
·         Langkah keempat evaluasi hasil dari strategi pengorganisasian untuk mengumpulkan umpan balik. Umpan balik diperlukan untuk memperbaiki organisasi.

3.       Struktur organisasi
Ada 6 (enam) elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika mereka hendak mendesain struktur organisasi mereka. Ke enam elemen tersebut adalah spesialisasi kerja, departementalisasi, rantai komando, rantai kendali, sentralisasi dan desentralisasi serta formalisasi.
a.    Spesialisasi Pekerjaan
Spesialisai pekerjaan merupakan perincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab melaksanakan tugasnya masing-masing. Hakikat dari spesialisasi pekerjaan adalah bahwa ketimbang seluruh pekerjaan dilakukan oleh seorang individu, pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi sejumlah tahap, dengan masing-masing tahap diselesaikan oleh seorang individu tersendiri. Intinya, individu menkhususkan diri dalam melakukan bagian dari suatu kegiatan ketimbang seluruh kegiatan. Manajemen melihat hal ini sebagai suatu sarana yang paling efisien untuk memanfaatkan ketrampilan karyawan.

b.    Departementalisasi
Departementalisasi ialah basis pengelompokan posisi dalam departemen-departemen sehingga tugas-tugas dapat dikoordinasikan berdasaarkan fungsi-fungsi yang dijalankan.Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada pembahasan yang kedua.
c.    Rantai Komando
Rantai komando ialah suatu garis wewenang tanpa putus dari puncak organisasi ke bagian paling bawah dan menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada siapa. Hal ini dikaitkan dengan dua prinsip dasar yang saling melengkapi, Prinsip kesatuan perintah berarti bahwa setiap karyawan bartanggung jawab hanya kepada satu supervisior. Prinsip scolar merujuk pada garis wewenang yang terdefinisikan dengan jelas, termasuk seluruh karyawan. Wewenang dan tanggung jawab untuk tugas yang berbeda harus jelas. Ada 3 konsep dalam rantai komando:
a.       Wewenang (Authority)
Merupakan hak formal dan sah dari seorang manajer untuk mengambil keputusan, mengeluarkan perintah, dan mengalokasikan sumber daya agar tercapai hasil yang diharapkan organisasi. Wewenang ditentukan oleh 3 kategori :
·         Wewenang berada pada posisi organisasi, bukan kepada orang
·         Wewenang diterima oleh bawahan
·         Wewenang mengalir ke bawah pada hierarki vertikal.
b.      Tangung jawab (responsibilty)
Merupakan kewajiban seseorang untuk melakukan tugas atau aktifitas yang diberikan kepadanya. Umumnya manajer diberi wewenang setara  dengan tangung jawabnya. 
c.       Delegasi (Delegation)
Merupakan Pelimpahan wewenang dari atasan kepada bawahannya dalam pengambilan keputusan , namun tidak bisa diartikan sebagai pelimpahan tanggung jawab.
d.      Rentang Kendali
Rentang kendali merupakan jumlah bawahan yang dikendalikan/diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif. Rentang kendali disebut juga rentang manajemen atau rentang supervisi karena menganut prinsip semakin besar jumlah orang yang diawasi semakin sulit bagi atasan untuk mengawasinya. Salah satu ciri dari struktur ini adalah menentukan seberapa dekat supervisor dapat mengawasi bawahannya. Desain struktur organisasi seperti ini lebih efektif dan efisien apabila seorang atasan mengawasi kurang dari 10 orang bawahan. Retang pengawasan rata-rata yang digunakan dalam organisasi menentukan apakah strukturnya tinggi atau datar.
a)      Struktur tinggi (Tall Structure) memiliki rentang yang sempit secara keseluruhan dan lebih banyak tingkat hierarki .
b)      Struktur datar (Flat Structure) memiliki rentang yang luas dan melebar secara horizontal, serta tingkat hhierarki yang lebih sedikit.
e.    Sentralisasi dan Desentralisasi
Istilah ini mengacu pada tingkat sampai sejauh mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada satu titik tunggal dalam organisasi. Biasanya, suatu organisasi dikatakan sentralistis jika manajemen puncak membuat keputusan-keputusan kunci organisasi dengan meminta sedikit masukan atau tanpa maukan sama sekali dari personal tingkat bawah. Sebaliknya, semakin banyak personel tingkat bawah yang memberikan masukan atau secara aktual diberi kebebasan memilih untuk membuat keputusan, semakin desentralisasi suatu organisasi. Dalam organisasi yang desentralistis, tindakan untuk memecahkan masalah dapat diambil dengan lebih cepat, lebih banyak orang bisa memberikan masukan bagi keputusan, dan karyawan lebih kecil kemungkinannya merasa terasingkan dari mereka yang membuat keputusan yang mempengaruhi kerja mereka.
f.     Formalisasi
Formalisasi mengacu sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan. Jika sebuah pekerjaan sangat formal, pemangku pekerjaan akan memiliki sedikit sekali kebebasan untuk memilih apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana dikerjakan. Di organisasi dengan tingkat formalisasi tinggi, ada diskripsi tugas yang jelas, beragam aturan organisasi, dan prosedur yang didefinisikan secara tegas. Manakala tingkat formalisasi rendah, perilaku pekerjaan relatif tidak terprogram dan karyawan memiliki banyak kebebasan untuk menjalankan diskresi mereka terkait dengan pekerjaan.
BAB 3
KASUS
1. Gambaran Umum Perusahaan
BCA Card Centrre Cabang Surabaya merupakan cabang kedua dari empat kantor cabang yang dimiliki oleh BCA Card Centre di Indonesia. Sebagai cabng yang kedua, BCA Card Centre Cabang Surabaya secara resmi mulai beroperasi pada bulan April tahun a992, dimana pendiriannya mengacu pada dasar hukum atas kegiatan usaha institusi kartu kredit yang pada umumnya dikeluarkan oleh bank-bank Indonesia.
Sedangkan dasar hukumnya diataur di dalam pasal 6 huruf “I” Undang-Undang no.7 tahun 1992 tentang Perbankan yang berbunyi :
-Usaha Bank meliputi melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat”.
Selain itu, pendirian BCA Card Centre Cabang Suarabaya juga mengacu pada pokok-pokok Paket Deregulasi Bidang Keuangan dan Perbankan tanggal 27 Oktober 1988 (PAKTO 27) nomor II angka “1″ mengenai kemudahan pembukaan kantor baik, dimana  di dalamnya dijelaskan pada huruf “C”, yaitu : “Untuk pembukaan kantor cabang dapat dilakukan cukup dengan memberitahukan kepada Bank Indonesia”.
2. Struktur Organisasi

struktur orgasnisasi
Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian dapat di uraikan sebagai berikut :
1.       Branch Manager
a. Bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan.
b. Bertanggung jawab kepada pimpinan pusat.
c. Mempunyai wewenang tertinggi dalam pengambilan keputusan.
d. Mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan.
2.       Sekretaris
a. Membantu Branc Manager dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
b. Menangani masalah-masalah kesekretariatan, seperti surat-menyurat, file, dan sebagainya.
3.       Marketing Unit Head
a. Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ada di bagian/unit pemasaran.
b. Mengkoordinasikan dan mengawasi bagian-bagian yang ada pada bagian/unit pemasaran agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan.
4.       Marketing Cardholder
Bertugas untuk menawarkan atau mempromosikan BCA Card ke perusahaan-perusahaan agar mau memiliki BCA Card.
5.       Marketing Merchant
Bertugas untuk menawarkan atau mempromosikan BCA Card dengan mendatangi toko-toko atau pedagang agar mau menerima pembayaran dengan menggunakan BCA Card.
6.       Marketing Support
Bagian dalam yang bertanggung jawab untuk mengurusio administrasi.
7.       Customer Service
Bertugas untuk melayani pelanggan/konsumen yang datang langsung ke BCA Card Centre ataupun yang melalui telepon.
8.       Credit
a. Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ada di bagian kredit.
b. Mengkoordinasi dan mengawasi bagian-bagian yang ada pada bagian kredit sesuai dengan tujuan perusahaan.
9.       Analisa Kredit
Bertugas menganalisa setiap permohonan/aplikasi yang masuk ke BCA Card Centre.
10.   Pengawasan Kredit
Bertugas untuk mengecek tagihan yang masuk ke BCA Card Centre dan mengawasi kartu-kartu kredit.
11.   Penagihan Kredit
Bertugas untuk mengurusi pembayaran Cardholder dengan cara menelpon atau menagih secara langsung.
12.   Risk dan Management Security
Bertugas untuk membantu bagian pengawasan dan penagihan kredit (karena ketiga-tiganya saling berkaitan).
13.   Operational Unit Head
a. Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ada di bagian/unit operasional. agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan.
b. Mengkoordinasi dan mengawasi bagian-bagian yang ada pada bagian/unit operasional agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan.
14.   Kasie Operasional
·         Bertanggung jawab kepada Operasional Unit Head.
·         Mengawasi tugas-tugas dari Staff Operational I dan Staff Operational II.
15.   Staff Operational I dan Staff Operational II
Bertugas untuk mengoperasikan/memproses faktur-faktur yang masuk ke BCA Card Centre.
16.   Kolektor
Bertugas untuk mengambil faktur di toko-toko atau pedagang yang menerima pembayaran dengan BCA Card.

BAB 4
KESIMPULAN
Pengorganisasian adalah suatu tindakan yang di pergunakan oleh tenaga kerja dalam melakukan sebuah aktivitas usaha dalam mencapai tujuan perusahaan.dalam menentukan oraganisasi yang baik dan tepat maka para manajer atau pemilik usaha harus melihat 6 elemen yang harus menjadi kunci dalam pembuatan struktur organisasi supaya mendapat umpan balik yang bagus untuk kedepannya.

BAB 5
DAFTAR PUSTAKA
Rusdiana, H. A. 2014. Kewirausahaan Teori dan Praktek. Bandung : Pustaka Setia.

1 komentar:

  1. Kelompok 9
    Dari contoh kasus anda memgambil tentang sistim prganisasi dari bank BCA yang merupakan perusahaan sudah berjalan dan notabennya sudah memiliki modal besar, tapi yang saya tanyakan bagaimana dengan usaha yang memiliki modal kecil apakah harus membuat pengorganisasian tapi apabila tidak diterapkan pengorganisasian dampaknya seperti apa dengan kemajuan usaha?

    BalasHapus