BAB 1
PENDAHULUAN
Dalam menjalankan pengorganisasian bagian yang sangat
penting demi kelangsungan usaha yang akan di hadapi baik sekarang ataupun masa
yang akan datang. Struktur organisasi adalah susunan komponen (unit-unit kerja)
dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukan adanya pembagian kerja dan
menunjukkan fungsi atau kegiatan yang berbeda kemudian diintergrasikan. Selain
itu, struktur organisasi juga memperlihatkan arus interaksi dalam organisasi
yang memutuskan, memerintah, menjawab dan melaksanakan pekerjaan. Oleh sebab
itu penulis akan menjelaskan tentang pengorganisasian.
BAB 2
PEMBAHASAN
1.
Definisi Pengorganisasian
1)
Menurut Jones (2014: 2) organisasi sebagai alat
yang digunakan oleh orang-orang untuk mengordinasikan tindakan mereka dalam
rangka mendapatkan sesuatu yang dikehendaki atau nilai guna mencapai tujuan.
2)
Stoner dan Walker
(1986) : Pengorganisasian merupakan satu proses di mana aktivitas kerja disusun
dan dialihkan kepada sumber tenaga untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.
3)
Jadi menurut kelompok, pengorganisasian adalah suatu tindakan yang di
pergunakan oleh tenaga kerja dalam melakukan sebuah aktivitas usaha dalam
mencapai tujuan perusahaan.
2.
Proses
pengorganisasian
4 langkah
utama dari proses pengorganisasian
·
Langkah pertama
dari wirausaha berupa menilai proses pengorganisasian yang akan tercemin dalam
rencana dan tujuan. Karena rencana melibatkan penentuan mencapai tujuan dan
pengorganisasian melibatkan penentuan sumber daya yang akan digunakan untuk
mengaktifkan rencana, wirausaha hendaknya memulai pengorganisasian dengan
mengerti perencanaan.
·
Langkah kedua dan
ketiga dari proses pengorganisasian dipusatkan pada tugas yang harus
dilaksanakan dalam system manajemen. Setelahj mengerti rencan dan tujuan,
wirausaha harus merancang bidang tugas atau pekerjaan besar yang harus
dilasanakan. Setelah itu, wirausaha harus membagi tugas besar tersebut menjadi
subtugas.
·
Langkah keempat
evaluasi hasil dari strategi pengorganisasian untuk mengumpulkan umpan balik.
Umpan balik diperlukan untuk memperbaiki organisasi.
3.
Struktur organisasi
Ada 6
(enam) elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika mereka
hendak mendesain struktur organisasi mereka. Ke enam elemen tersebut adalah
spesialisasi kerja, departementalisasi, rantai komando, rantai kendali,
sentralisasi dan desentralisasi serta formalisasi.
a. Spesialisasi
Pekerjaan
Spesialisai pekerjaan merupakan perincian tugas pekerjaan agar
setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab melaksanakan tugasnya
masing-masing. Hakikat dari spesialisasi pekerjaan adalah bahwa ketimbang
seluruh pekerjaan dilakukan oleh seorang individu, pekerjaan itu dipecah-pecah
menjadi sejumlah tahap, dengan masing-masing tahap diselesaikan oleh seorang
individu tersendiri. Intinya, individu menkhususkan diri dalam melakukan bagian
dari suatu kegiatan ketimbang seluruh kegiatan. Manajemen melihat hal ini
sebagai suatu sarana yang paling efisien untuk memanfaatkan ketrampilan
karyawan.
b. Departementalisasi
Departementalisasi
ialah basis pengelompokan posisi dalam departemen-departemen sehingga
tugas-tugas dapat dikoordinasikan berdasaarkan fungsi-fungsi yang
dijalankan.Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada pembahasan yang kedua.
c. Rantai
Komando
Rantai
komando ialah suatu garis wewenang tanpa putus dari puncak organisasi ke bagian
paling bawah dan menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada siapa. Hal ini
dikaitkan dengan dua prinsip dasar yang saling melengkapi, Prinsip kesatuan
perintah berarti bahwa setiap karyawan bartanggung jawab hanya kepada satu
supervisior. Prinsip scolar merujuk pada garis wewenang yang
terdefinisikan dengan jelas, termasuk seluruh karyawan. Wewenang dan tanggung
jawab untuk tugas yang berbeda harus jelas. Ada 3 konsep dalam rantai komando:
a.
Wewenang (Authority)
Merupakan
hak formal dan sah dari seorang manajer untuk mengambil keputusan, mengeluarkan
perintah, dan mengalokasikan sumber daya agar tercapai hasil yang diharapkan
organisasi. Wewenang ditentukan oleh 3 kategori :
·
Wewenang berada pada posisi organisasi, bukan
kepada orang
·
Wewenang diterima oleh bawahan
·
Wewenang mengalir ke bawah pada hierarki
vertikal.
b.
Tangung jawab (responsibilty)
Merupakan
kewajiban seseorang untuk melakukan tugas atau aktifitas yang diberikan
kepadanya. Umumnya manajer diberi wewenang setara dengan tangung
jawabnya.
c.
Delegasi (Delegation)
Merupakan
Pelimpahan wewenang dari atasan kepada bawahannya dalam pengambilan keputusan ,
namun tidak bisa diartikan sebagai pelimpahan tanggung jawab.
d. Rentang
Kendali
Rentang
kendali merupakan jumlah bawahan yang dikendalikan/diarahkan oleh seorang
manajer secara efisien dan efektif. Rentang kendali disebut juga rentang
manajemen atau rentang supervisi karena menganut prinsip semakin besar jumlah
orang yang diawasi semakin sulit bagi atasan untuk mengawasinya. Salah satu
ciri dari struktur ini adalah menentukan seberapa dekat supervisor dapat
mengawasi bawahannya. Desain struktur organisasi seperti ini lebih efektif dan
efisien apabila seorang atasan mengawasi kurang dari 10 orang bawahan. Retang
pengawasan rata-rata yang digunakan dalam organisasi menentukan apakah
strukturnya tinggi atau datar.
a) Struktur
tinggi (Tall Structure) memiliki rentang yang sempit secara keseluruhan
dan lebih banyak tingkat hierarki .
b) Struktur
datar (Flat Structure) memiliki rentang yang luas dan melebar secara
horizontal, serta tingkat hhierarki yang lebih sedikit.
e. Sentralisasi
dan Desentralisasi
Istilah
ini mengacu pada tingkat sampai sejauh mana pengambilan keputusan
dikonsentrasikan pada satu titik tunggal dalam organisasi. Biasanya, suatu
organisasi dikatakan sentralistis jika manajemen puncak membuat
keputusan-keputusan kunci organisasi dengan meminta sedikit masukan atau tanpa
maukan sama sekali dari personal tingkat bawah. Sebaliknya, semakin banyak
personel tingkat bawah yang memberikan masukan atau secara aktual diberi
kebebasan memilih untuk membuat keputusan, semakin desentralisasi suatu
organisasi. Dalam organisasi yang desentralistis, tindakan untuk memecahkan
masalah dapat diambil dengan lebih cepat, lebih banyak orang bisa memberikan
masukan bagi keputusan, dan karyawan lebih kecil kemungkinannya merasa
terasingkan dari mereka yang membuat keputusan yang mempengaruhi kerja mereka.
f. Formalisasi
Formalisasi
mengacu sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan. Jika
sebuah pekerjaan sangat formal, pemangku pekerjaan akan memiliki sedikit sekali
kebebasan untuk memilih apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan
bagaimana dikerjakan. Di organisasi dengan tingkat formalisasi tinggi, ada
diskripsi tugas yang jelas, beragam aturan organisasi, dan prosedur yang
didefinisikan secara tegas. Manakala tingkat formalisasi rendah, perilaku
pekerjaan relatif tidak terprogram dan karyawan memiliki banyak kebebasan untuk
menjalankan diskresi mereka terkait dengan pekerjaan.
BAB 3
KASUS
1.
Gambaran Umum Perusahaan
BCA
Card Centrre Cabang Surabaya merupakan cabang kedua dari empat kantor cabang
yang dimiliki oleh BCA Card Centre di Indonesia. Sebagai cabng yang kedua, BCA
Card Centre Cabang Surabaya secara resmi mulai beroperasi pada bulan April
tahun a992, dimana pendiriannya mengacu pada dasar hukum atas kegiatan usaha
institusi kartu kredit yang pada umumnya dikeluarkan oleh bank-bank Indonesia.
Sedangkan
dasar hukumnya diataur di dalam pasal 6 huruf “I” Undang-Undang no.7 tahun 1992
tentang Perbankan yang berbunyi :
-Usaha
Bank meliputi melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan
wali amanat”.
Selain itu, pendirian BCA Card Centre
Cabang Suarabaya juga mengacu pada pokok-pokok Paket Deregulasi Bidang Keuangan
dan Perbankan tanggal 27 Oktober 1988 (PAKTO 27) nomor II angka “1″ mengenai
kemudahan pembukaan kantor baik, dimana di dalamnya dijelaskan pada huruf
“C”, yaitu : “Untuk pembukaan kantor cabang dapat dilakukan cukup dengan
memberitahukan kepada Bank Indonesia”.
2.
Struktur Organisasi
1.
Branch Manager
a.
Bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan.
b.
Bertanggung jawab kepada pimpinan pusat.
c.
Mempunyai wewenang tertinggi dalam pengambilan keputusan.
d. Mengkoordinasi dan mengawasi
pelaksanaan pekerjaan masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan.
2.
Sekretaris
a.
Membantu Branc Manager dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
b. Menangani masalah-masalah
kesekretariatan, seperti surat-menyurat, file, dan sebagainya.
3.
Marketing Unit Head
a.
Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ada di bagian/unit pemasaran.
b. Mengkoordinasikan dan mengawasi
bagian-bagian yang ada pada bagian/unit pemasaran agar dapat bekerja sesuai
dengan tujuan perusahaan.
4.
Marketing Cardholder
Bertugas untuk menawarkan atau
mempromosikan BCA Card ke perusahaan-perusahaan agar mau memiliki BCA Card.
5.
Marketing Merchant
Bertugas untuk menawarkan atau
mempromosikan BCA Card dengan mendatangi toko-toko atau pedagang agar mau
menerima pembayaran dengan menggunakan BCA Card.
6.
Marketing Support
Bagian dalam yang bertanggung jawab
untuk mengurusio administrasi.
7.
Customer Service
Bertugas untuk melayani
pelanggan/konsumen yang datang langsung ke BCA Card Centre ataupun yang melalui
telepon.
8.
Credit
a.
Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ada di bagian kredit.
b. Mengkoordinasi dan mengawasi
bagian-bagian yang ada pada bagian kredit sesuai dengan tujuan perusahaan.
9.
Analisa Kredit
Bertugas menganalisa setiap
permohonan/aplikasi yang masuk ke BCA Card Centre.
10.
Pengawasan Kredit
Bertugas untuk mengecek tagihan yang
masuk ke BCA Card Centre dan mengawasi kartu-kartu kredit.
11.
Penagihan Kredit
Bertugas untuk mengurusi pembayaran Cardholder
dengan cara menelpon atau menagih secara langsung.
12.
Risk dan Management Security
Bertugas untuk membantu bagian
pengawasan dan penagihan kredit (karena ketiga-tiganya saling berkaitan).
13.
Operational Unit Head
a.
Bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan yang ada di bagian/unit operasional.
agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan.
b. Mengkoordinasi dan mengawasi
bagian-bagian yang ada pada bagian/unit operasional agar dapat bekerja sesuai
dengan tujuan perusahaan.
14.
Kasie Operasional
·
Bertanggung jawab kepada Operasional Unit
Head.
·
Mengawasi tugas-tugas dari Staff Operational I
dan Staff Operational II.
15.
Staff Operational I dan Staff Operational II
Bertugas untuk
mengoperasikan/memproses faktur-faktur yang masuk ke BCA Card Centre.
16.
Kolektor
Bertugas untuk mengambil faktur di
toko-toko atau pedagang yang menerima pembayaran dengan BCA Card.
BAB 4
KESIMPULAN
Pengorganisasian adalah suatu tindakan yang di pergunakan oleh tenaga
kerja dalam melakukan sebuah aktivitas usaha dalam mencapai tujuan perusahaan.dalam
menentukan oraganisasi yang baik dan tepat maka para manajer atau pemilik usaha
harus melihat 6 elemen yang harus menjadi kunci dalam pembuatan struktur
organisasi supaya mendapat umpan balik yang bagus untuk kedepannya.
BAB 5
DAFTAR PUSTAKA
Rusdiana,
H. A. 2014. Kewirausahaan Teori dan
Praktek. Bandung : Pustaka Setia.

Kelompok 9
BalasHapusDari contoh kasus anda memgambil tentang sistim prganisasi dari bank BCA yang merupakan perusahaan sudah berjalan dan notabennya sudah memiliki modal besar, tapi yang saya tanyakan bagaimana dengan usaha yang memiliki modal kecil apakah harus membuat pengorganisasian tapi apabila tidak diterapkan pengorganisasian dampaknya seperti apa dengan kemajuan usaha?