Minggu, 15 Mei 2016

KONSEP KEWIRAUSAHAAN ( KELOMPOK_13 )

KONSEP KEWIRAUSAHAAN



A.    PENDAHULUAN
Ditahun sekarang ini kewirausahaan sangat dibutuhkan oleh semua orang tanpa terkecuali, karena kewirausahaan mampu membantu kita untuk belajar mandiri dan mampu berfikir jernih untuk bersaing sehat dengan usaha yang lain dan mendapatkan penghasilan yang tinggi. Pada kesempatan ini penulis akan memperjelas tentang apa itu kewirausahaan dan kapan kewirausahaan dilahirkan.

B.     PETA KONSEP

C.     KAJIAN TEORI
1.   Pengertian Kewirausahaan
a.       Dilihat dari segi etimologi, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan berwatak agung. Adapun usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Dengan demikian, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
b.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.
Kesimpulan dari penulis, Kewirausahaan adalah Proses dalam mengerjakan suatu produksi yang dilaksanakan oleh seseorang atau sekolompok untuk mendapatkan dan menghasilkan suatu karya dan berinovasi supaya barang tersebut mendapat nilai lebih.
2. Awal Mula Kewirausahaan
Kewirausahaan pertama kali muncul pada Abad ke-18, diawali dengan penemuan baru, seperti mesin uap, mesin pemintal, dan lain-lain. Tujuan utamanya adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Selain itu, keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi industry pada akhir abad ke-18. Masa tersebut merupakan era produksi dengan menggunkan mesin yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt, mesin pemintal benang oleh Richard Arkwright, dan lain-lain. Orang-orang ini sangat penting dalam pembangunan perekonomian Inggris. Mereka menerapkan penemuan ilmu untuk tujuan produksi dan berusaha mendapatkan peningkatan output industry yang sangat besar melalui penggunaan tenologi baru.
Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Mereka bukan berasal dari golongan bangsawan, melainkan muncul dari kelas menegah kebawah, didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utamanya adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang dilakukan, yaitu tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sevagai tujuan pertama. Keberhasilan member arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan.
3. Tujuan dari kewirausahaan, sebagai berikut:
a.       Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
b.      Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
c.       Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
d.      Menumbuhkembangkan kesadaran dan’orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat..
4. Manfaat Kewirausahaan
a.       Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Menjadi contoh bagi masyarakat sebagai pribadi yang unggul dan patut diteladani
b.      Dapat memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuanya
c.       Menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran
d.      Dapat mendidik masyarakat hidup efisien dan tidak boros

D.    SAJIAN KASUS

21 Des 2010
Tenun NTT (Tenun Kali Uda ) Bukan Tenunan Biasa
Kualitas tenunan Kali Uda dianggap tertinggi di Sumba, Nusa Tenggara Timur, karena lentur, tidak luntur, ringan, dan dapat dibuat menjadi pakaian. Pembuatan kain tenun ikat tradisional ini menggunakan pewarna alami. Kerajinan tenun Nusa Tenggara Timur merupakan aset budaya luar biasa. 
Tenun Kali Uda
Salah satu tenun NTT yang terkenal berasal dari Kali Uda di Pulau Sumba. Desa ini terletak 120 kilometer selatan Waingapu, Sumba Timur. Kualitas tenunan Kali Uda dianggap tertinggi karena lentur, tidak luntur, ringan, dan dapat dibuat menjadi pakaian.
Warna dasar tenun Kali Uda adalah merah, putih, dan hitam. Ragam motif biasanya ayam, burung, kuda, kerbau, sapi, serta mamuli (perhiasan berbentuk rahim perempuan).
Selain menjadi mahar kawin yang bernilai tinggi di kalangan warga Sumba, tenun ikat Kali Uda diminati turis asing. Bahkan di Denpasar, Bali, ada toko khusus yang menjual tenun Kali Uda. ”Meski harganya mahal, turis Jepang belanja sampai ratusan lembar,” kata Jery Nola (29), seorang pria perajin.
Harga selembar kain Kali Uda berukuran 1,7 meter x 2,3 meter Rp 800.000-Rp 25 juta per lembar, tergantung motif, tingkat kesulitan menenun, pewarna, dan kualitas benang.
Sayangnya, menurut Kepala Desa Kali Uda, Umbu Yiwa Hanggi, belum ada organisasi yang memayungi tenun ikat Kali Uda. Padahal, 90 persen warga Kali Uda adalah penenun.
Perkembangan tenun NTT menghadapi tantangan yang tidak ringan. Desakan ekonomi yang semakin berat memaksa penenun meninggalkannya.
Di Kali Uda, misalnya, sampai hari ini belum ada pemasaran yang masif atas hasil kerajinan masyarakat itu. Gagal panen dan kemarau panjang yang sering melanda pantai selatan Sumba Timur memperberat kondisi mereka. Kalau dulu, hasil panen bisa mengisi kekosongan pendapatan mereka; kini, pertanian tidak bisa lagi diandalkan.
Sumber:
http://oase.kompas.com/read/2010/12/13/14344880/Tenun.NTT.Bukan.Tenunan.Biasa-3 (SEM/RUL/ANS/KOR)
Editor: Jodhi Yudono

E.     SOLUSI KASUS
Sarana dan prasarana UKM harus diperbaiki atau para pengrajin dijadikan satu tempat UKM tenun supaya pengrajin bisa saling membantu dalam pembuatan kain tenun. Untuk pemasaran pengrajin dan pemerintah saling bekerjasama, pemerintah diharapkan mempromosikan kain tenun buatan Kali Uda dan memasarkannya diluar Sumba dan diluar Indonesia supaya lebih terkenal dan menjadi mata pencarian yang menjanjikan bagi masyarakan Kali Uda, NTT.

F.      PENUTUP
Dari penjelasan mengenai kewirausahaan dapat ditarik kesimpulan bahwa kewirausahaan adalah Proses dalam mengerjakan suatu produksi yang dilaksanakan oleh seseorang atau sekolompok untuk mendapatkan dan menghasilkan suatu karya dan berinovasi supaya barang tersebut mendapat nilai lebih.
Dan juga kerjasama antara wirausaha dan pemerintah harus berkesinambungan dalam memasarkan produk yang dihasilkan oleh UKM baik itu dari tradisional maupun modern, supaya wirausaha mempunyai kesempatan dalam berkarya dan memperoleh hasil yang maksimal.

G.    DAFTAR PUSTAKA
Rusdiana, H. A. 2014. Kewirausahaan Teori dan Praktek. Bandung : Pustaka Setia.





17 komentar:

  1. menurut kelompok anda apakah dengan memperbaiki sarana dan prasana dapat meningkatkan produktivitas UKM di NTT?

    BalasHapus
  2. menurut kelompok kami : dengan adanya perbaikan sarana dan prasarana yang lebih bagus maka akan meningkatnya perajin-perajin yang tidak akan meninggalkan pekerjaannya dan akan semakin Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. dan Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Menjadi contoh bagi masyarakat sebagai pribadi yang unggul dan patut diteladani

    BalasHapus
  3. dan dengan demikian maka produk yang dihasilkan akan bertambah dan akan menjadi produk yang tetap bagus.

    BalasHapus
  4. Kelompok 12
    Menurut kelompok kalian dari kasus tersebut apakah hanya dengan cara promosi usaha dan hasil dari kain tenun tersebut dapat menembus ke taraf pasar lokal maupun internasional?

    BalasHapus
  5. Apakah dengan pemerintah mempromosikan kain tenun tersebut akan dapat langsung menarik konsumen ? #kelompok 4

    BalasHapus
  6. pada zaman sekarang diera modern ini sebagian besar kan memang sudah tidak mengenal dan tidak tertarik dengan kain tenun. kasus diatas juga menjelaskan bahwa harus ada kerjasama antara pengrajin dan pihak pemerintah. bagaimana cara pemerintah untuk menarik para masyarakat agar minat dan mau membeli, sedangkan kebanyakan dari orang tersebut tidak memiliki daya tarik untuk membelinya, bagaimana solusinya? terimakasih (KELOMPOK 9)

    BalasHapus
  7. menurut kelompok anda kreativitas dan inovasi seperti apa yang dapat dilakukan oleh pengrajin kain tenun agar tercapainya maanfat kewirauahaan? kelompok 10

    BalasHapus
  8. kelompok kalian berpendapat wirausaha adalah "menghasilkan suatu karya dan berinovasi supaya barang tersebut mendapat nilai lebih". Apabila di lingkungan anda terdapat limbah kayu yang sudah tidak bernilai lagi dari sisa-sisa pembuatan mebel/furniture, apa yang anda/kelompok anda lakukan dengan limbah kayu tersebut? terima kasih #kelompok11

    BalasHapus
  9. menurut kelompok kalian bagaiamana cara mempertahankan eksistensi kerajinan tenun? agar untuk ke depannya kerajinan tenun masih bisa kita jumpai (tidak musnah)?
    terimakasih (kelompok 05)

    BalasHapus
  10. menjawab pertanyaan kelompok 12 :menurut kelompok kami tidak hanya kain tenun saja yang bisa menembus pasar lokal maupun internasional tetapi disini kasus yang saya ambil adalah kain tenun dengan kain tenun kali uda yang paling bagus di NTT dan kain tenun ini diminati turis asing(khususnya jepang) dan jika perajin lebih di berikan kelonggaran ataupun di bina dengan baik maka akan bisa menembus pasar lokal maupun internasional.

    BalasHapus
  11. menjawab pertanyaan kelompok 4 : menurut kelompok kami pemerintah itu sangat mempunyai pengaruh besar terhadap terciptanya peluang usaha karena disini pemerintah menjadi jembatan bagi para perajin yang hanya tahu tentang cara membuat kain tenunnya saja tetapi lemah dalam pemasaran.Dalam hal ini pemerintah lah yang membantu untuk mempromosikannya supaya kain tenun ini terkenal terlebih dahulu di mancanegara maupun lokal dan dengan itu bisa menarik konsumen supaya membelinya karena kain tenun ali uda paling bagus di NTT.

    BalasHapus
  12. menjawab pertanyaan dari kelompok 9 : menurut kelompok kami cara yang digunakan dengan pemerintah NTT dalam bekerja paling tidak satu hari dalam seminggu itu harus diwajibkan memakai tenun itu supaya masyarakat di sekitar NTT dan luar NTT mengenal kain tenun itu dan juga corak yang digunakan harus modern tetapi tidak meninggalkan unsur budayanya sehingga bisa membuat mata dan hati jika melihat menjadi senang dan tertarik untuk membelinya.

    BalasHapus
  13. menjawab kelompok 10 : dengan cara pemberian motif yang mengikuti jaman atau modern dan pemberian warna yang sesuai dengan pasar tetapi tidak meninggalkan unsur tradisionalnya.

    BalasHapus
  14. menjawab kelompok 11 : jangan salah sisa-sisa kayu itu masih mempunyai nilai. karena sisa-sisa dari mabel itu bisa digunakan untuk pembuatan jamur dengan cara serbuk-serbuk kayu itu di campurkan bahan-bahan yang lain lalu didiamkan selama kurang lebih satu hari lalu dimasukkan kewadah dan di berikan bibit jamur tiram(jamur putih).Dan dalam pembuatan itu serbuk kayulah yang menjadi bahan utamanya.

    BalasHapus
  15. menjawab kelompok 5 : Langah yang baik adalah seperti yang kita sampaikan dalam bab solusi,di situ kelompok kami memberi saran perbaikan sarana dan prasarana dan kerjasama dengan pemerintah dalam hal promosi dan dengan demikian kain tenun terus ada dan perajin tenun di kali uda tetap selalu ada dengan produk yang masih sama yaitu paling bagus di NTT dan tidak ditinggalkan jika ada kerjasama dengan pemerintah.

    BalasHapus
  16. Bagaimana caranya untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dikalangan bawah atau menengah ? Kelompok 2

    BalasHapus
  17. Salah satu tujuan kewirausahaa adalah meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas, contoh wirausaha yang berkualitas itu apa?

    BalasHapus