KONSEP KEWIRAUSAHAAN
A. PENDAHULUAN
Ditahun
sekarang ini kewirausahaan sangat dibutuhkan oleh semua orang tanpa terkecuali,
karena kewirausahaan mampu membantu kita untuk belajar mandiri dan mampu
berfikir jernih untuk bersaing sehat dengan usaha yang lain dan mendapatkan
penghasilan yang tinggi. Pada kesempatan ini penulis akan memperjelas tentang
apa itu kewirausahaan dan kapan kewirausahaan dilahirkan.
B. PETA
KONSEP

C. KAJIAN
TEORI
1. Pengertian
Kewirausahaan
a. Dilihat
dari segi etimologi, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti
pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan
berwatak agung. Adapun usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Dengan
demikian, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
b. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat
mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk
mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.
Kesimpulan
dari penulis, Kewirausahaan adalah Proses dalam mengerjakan suatu produksi yang
dilaksanakan oleh seseorang atau sekolompok untuk mendapatkan dan menghasilkan
suatu karya dan berinovasi supaya barang tersebut mendapat nilai lebih.
2. Awal Mula Kewirausahaan
Kewirausahaan pertama kali muncul pada
Abad ke-18, diawali dengan penemuan baru, seperti mesin uap, mesin pemintal,
dan lain-lain. Tujuan utamanya adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi
melalui inovasi dan kreativitas. Selain itu, keuntungan dan kekayaan bukan
tujuan utama. Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris
pada masa revolusi industry pada akhir abad ke-18. Masa tersebut merupakan era
produksi dengan menggunkan mesin yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh
James Watt, mesin pemintal benang oleh Richard Arkwright, dan lain-lain. Orang-orang
ini sangat penting dalam pembangunan perekonomian Inggris. Mereka menerapkan
penemuan ilmu untuk tujuan produksi dan berusaha mendapatkan peningkatan output
industry yang sangat besar melalui penggunaan tenologi baru.
Para wirausahawan awal ini mempunyai
karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Mereka bukan berasal
dari golongan bangsawan, melainkan muncul dari kelas menegah kebawah,
didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi
kenyataan. Tujuan utamanya adalah pertumbuhan dan perluasan
organisasi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang dilakukan,
yaitu tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sevagai tujuan pertama. Keberhasilan
member arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan.
3. Tujuan
dari kewirausahaan, sebagai berikut:
a.
Meningkatkan jumlah para wirausaha
yang berkualitas.
b.
Mewujudkan kemampuan dan kemantapan
para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
c.
Membudayakan semangat sikap,
perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang mampu,
handal, dan unggul.
d.
Menumbuhkembangkan kesadaran
dan’orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat..
4. Manfaat Kewirausahaan
a. Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi,
pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Menjadi contoh bagi
masyarakat sebagai pribadi yang unggul dan patut diteladani
b. Dapat memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai
dengan kemampuanya
c. Menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran
d. Dapat mendidik masyarakat hidup efisien dan tidak boros
D. SAJIAN
KASUS
21 Des
2010
Kualitas
tenunan Kali Uda dianggap tertinggi di Sumba, Nusa Tenggara Timur, karena
lentur, tidak luntur, ringan, dan dapat dibuat menjadi pakaian. Pembuatan kain
tenun ikat tradisional ini menggunakan pewarna alami. Kerajinan tenun Nusa
Tenggara Timur merupakan aset budaya luar biasa.
Tenun
Kali Uda
Salah satu tenun NTT yang terkenal berasal dari Kali Uda di Pulau Sumba. Desa ini terletak 120 kilometer selatan Waingapu, Sumba Timur. Kualitas tenunan Kali Uda dianggap tertinggi karena lentur, tidak luntur, ringan, dan dapat dibuat menjadi pakaian.
Warna dasar tenun Kali Uda adalah merah, putih, dan hitam. Ragam motif biasanya ayam, burung, kuda, kerbau, sapi, serta mamuli (perhiasan berbentuk rahim perempuan).
Selain menjadi mahar kawin yang bernilai tinggi di kalangan warga Sumba, tenun ikat Kali Uda diminati turis asing. Bahkan di Denpasar, Bali, ada toko khusus yang menjual tenun Kali Uda. ”Meski harganya mahal, turis Jepang belanja sampai ratusan lembar,” kata Jery Nola (29), seorang pria perajin.
Harga selembar kain Kali Uda berukuran 1,7 meter x 2,3 meter Rp 800.000-Rp 25 juta per lembar, tergantung motif, tingkat kesulitan menenun, pewarna, dan kualitas benang.
Sayangnya, menurut Kepala Desa Kali Uda, Umbu Yiwa Hanggi, belum ada organisasi yang memayungi tenun ikat Kali Uda. Padahal, 90 persen warga Kali Uda adalah penenun.
Perkembangan tenun NTT menghadapi tantangan yang tidak ringan. Desakan ekonomi yang semakin berat memaksa penenun meninggalkannya.
Di Kali Uda, misalnya, sampai hari ini belum ada pemasaran yang masif atas hasil kerajinan masyarakat itu. Gagal panen dan kemarau panjang yang sering melanda pantai selatan Sumba Timur memperberat kondisi mereka. Kalau dulu, hasil panen bisa mengisi kekosongan pendapatan mereka; kini, pertanian tidak bisa lagi diandalkan.
Salah satu tenun NTT yang terkenal berasal dari Kali Uda di Pulau Sumba. Desa ini terletak 120 kilometer selatan Waingapu, Sumba Timur. Kualitas tenunan Kali Uda dianggap tertinggi karena lentur, tidak luntur, ringan, dan dapat dibuat menjadi pakaian.
Warna dasar tenun Kali Uda adalah merah, putih, dan hitam. Ragam motif biasanya ayam, burung, kuda, kerbau, sapi, serta mamuli (perhiasan berbentuk rahim perempuan).
Selain menjadi mahar kawin yang bernilai tinggi di kalangan warga Sumba, tenun ikat Kali Uda diminati turis asing. Bahkan di Denpasar, Bali, ada toko khusus yang menjual tenun Kali Uda. ”Meski harganya mahal, turis Jepang belanja sampai ratusan lembar,” kata Jery Nola (29), seorang pria perajin.
Harga selembar kain Kali Uda berukuran 1,7 meter x 2,3 meter Rp 800.000-Rp 25 juta per lembar, tergantung motif, tingkat kesulitan menenun, pewarna, dan kualitas benang.
Sayangnya, menurut Kepala Desa Kali Uda, Umbu Yiwa Hanggi, belum ada organisasi yang memayungi tenun ikat Kali Uda. Padahal, 90 persen warga Kali Uda adalah penenun.
Perkembangan tenun NTT menghadapi tantangan yang tidak ringan. Desakan ekonomi yang semakin berat memaksa penenun meninggalkannya.
Di Kali Uda, misalnya, sampai hari ini belum ada pemasaran yang masif atas hasil kerajinan masyarakat itu. Gagal panen dan kemarau panjang yang sering melanda pantai selatan Sumba Timur memperberat kondisi mereka. Kalau dulu, hasil panen bisa mengisi kekosongan pendapatan mereka; kini, pertanian tidak bisa lagi diandalkan.
Sumber:
http://oase.kompas.com/read/2010/12/13/14344880/Tenun.NTT.Bukan.Tenunan.Biasa-3
(SEM/RUL/ANS/KOR)
Editor: Jodhi Yudono
Editor: Jodhi Yudono
E. SOLUSI
KASUS
Sarana dan prasarana UKM harus diperbaiki
atau para pengrajin dijadikan satu tempat UKM tenun supaya pengrajin bisa
saling membantu dalam pembuatan kain tenun. Untuk pemasaran pengrajin dan
pemerintah saling bekerjasama, pemerintah diharapkan mempromosikan kain tenun
buatan Kali Uda dan memasarkannya diluar Sumba dan diluar Indonesia supaya
lebih terkenal dan menjadi mata pencarian yang menjanjikan bagi masyarakan Kali
Uda, NTT.
F. PENUTUP
Dari penjelasan mengenai
kewirausahaan dapat ditarik kesimpulan bahwa kewirausahaan adalah Proses dalam
mengerjakan suatu produksi yang dilaksanakan oleh seseorang atau sekolompok
untuk mendapatkan dan menghasilkan suatu karya dan berinovasi supaya barang
tersebut mendapat nilai lebih.
Dan juga kerjasama antara wirausaha
dan pemerintah harus berkesinambungan dalam memasarkan produk yang dihasilkan
oleh UKM baik itu dari tradisional maupun modern, supaya wirausaha mempunyai
kesempatan dalam berkarya dan memperoleh hasil yang maksimal.
G. DAFTAR
PUSTAKA
Rusdiana,
H. A. 2014. Kewirausahaan Teori dan
Praktek. Bandung : Pustaka Setia.


menurut kelompok anda apakah dengan memperbaiki sarana dan prasana dapat meningkatkan produktivitas UKM di NTT?
BalasHapusmenurut kelompok kami : dengan adanya perbaikan sarana dan prasarana yang lebih bagus maka akan meningkatnya perajin-perajin yang tidak akan meninggalkan pekerjaannya dan akan semakin Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. dan Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Menjadi contoh bagi masyarakat sebagai pribadi yang unggul dan patut diteladani
BalasHapusdan dengan demikian maka produk yang dihasilkan akan bertambah dan akan menjadi produk yang tetap bagus.
BalasHapusKelompok 12
BalasHapusMenurut kelompok kalian dari kasus tersebut apakah hanya dengan cara promosi usaha dan hasil dari kain tenun tersebut dapat menembus ke taraf pasar lokal maupun internasional?
Apakah dengan pemerintah mempromosikan kain tenun tersebut akan dapat langsung menarik konsumen ? #kelompok 4
BalasHapuspada zaman sekarang diera modern ini sebagian besar kan memang sudah tidak mengenal dan tidak tertarik dengan kain tenun. kasus diatas juga menjelaskan bahwa harus ada kerjasama antara pengrajin dan pihak pemerintah. bagaimana cara pemerintah untuk menarik para masyarakat agar minat dan mau membeli, sedangkan kebanyakan dari orang tersebut tidak memiliki daya tarik untuk membelinya, bagaimana solusinya? terimakasih (KELOMPOK 9)
BalasHapusmenurut kelompok anda kreativitas dan inovasi seperti apa yang dapat dilakukan oleh pengrajin kain tenun agar tercapainya maanfat kewirauahaan? kelompok 10
BalasHapuskelompok kalian berpendapat wirausaha adalah "menghasilkan suatu karya dan berinovasi supaya barang tersebut mendapat nilai lebih". Apabila di lingkungan anda terdapat limbah kayu yang sudah tidak bernilai lagi dari sisa-sisa pembuatan mebel/furniture, apa yang anda/kelompok anda lakukan dengan limbah kayu tersebut? terima kasih #kelompok11
BalasHapusmenurut kelompok kalian bagaiamana cara mempertahankan eksistensi kerajinan tenun? agar untuk ke depannya kerajinan tenun masih bisa kita jumpai (tidak musnah)?
BalasHapusterimakasih (kelompok 05)
menjawab pertanyaan kelompok 12 :menurut kelompok kami tidak hanya kain tenun saja yang bisa menembus pasar lokal maupun internasional tetapi disini kasus yang saya ambil adalah kain tenun dengan kain tenun kali uda yang paling bagus di NTT dan kain tenun ini diminati turis asing(khususnya jepang) dan jika perajin lebih di berikan kelonggaran ataupun di bina dengan baik maka akan bisa menembus pasar lokal maupun internasional.
BalasHapusmenjawab pertanyaan kelompok 4 : menurut kelompok kami pemerintah itu sangat mempunyai pengaruh besar terhadap terciptanya peluang usaha karena disini pemerintah menjadi jembatan bagi para perajin yang hanya tahu tentang cara membuat kain tenunnya saja tetapi lemah dalam pemasaran.Dalam hal ini pemerintah lah yang membantu untuk mempromosikannya supaya kain tenun ini terkenal terlebih dahulu di mancanegara maupun lokal dan dengan itu bisa menarik konsumen supaya membelinya karena kain tenun ali uda paling bagus di NTT.
BalasHapusmenjawab pertanyaan dari kelompok 9 : menurut kelompok kami cara yang digunakan dengan pemerintah NTT dalam bekerja paling tidak satu hari dalam seminggu itu harus diwajibkan memakai tenun itu supaya masyarakat di sekitar NTT dan luar NTT mengenal kain tenun itu dan juga corak yang digunakan harus modern tetapi tidak meninggalkan unsur budayanya sehingga bisa membuat mata dan hati jika melihat menjadi senang dan tertarik untuk membelinya.
BalasHapusmenjawab kelompok 10 : dengan cara pemberian motif yang mengikuti jaman atau modern dan pemberian warna yang sesuai dengan pasar tetapi tidak meninggalkan unsur tradisionalnya.
BalasHapusmenjawab kelompok 11 : jangan salah sisa-sisa kayu itu masih mempunyai nilai. karena sisa-sisa dari mabel itu bisa digunakan untuk pembuatan jamur dengan cara serbuk-serbuk kayu itu di campurkan bahan-bahan yang lain lalu didiamkan selama kurang lebih satu hari lalu dimasukkan kewadah dan di berikan bibit jamur tiram(jamur putih).Dan dalam pembuatan itu serbuk kayulah yang menjadi bahan utamanya.
BalasHapusmenjawab kelompok 5 : Langah yang baik adalah seperti yang kita sampaikan dalam bab solusi,di situ kelompok kami memberi saran perbaikan sarana dan prasarana dan kerjasama dengan pemerintah dalam hal promosi dan dengan demikian kain tenun terus ada dan perajin tenun di kali uda tetap selalu ada dengan produk yang masih sama yaitu paling bagus di NTT dan tidak ditinggalkan jika ada kerjasama dengan pemerintah.
BalasHapusBagaimana caranya untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dikalangan bawah atau menengah ? Kelompok 2
BalasHapusSalah satu tujuan kewirausahaa adalah meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas, contoh wirausaha yang berkualitas itu apa?
BalasHapus