BAB
1
PENDAHULUAN
Persaingan
di bursa aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja akan semakin
meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean. Oleh sebab itu para usaha
di wajibkan untuk mengetahui bagaimana MEA itu demi menyiapkan diri untuk
menghadapi barang-barang atau usaha yang akan masuk di Indonesia dan akan
bersaing merebutkan para konsumen di Indonesia. Maka dari itu penulis akan membahas
apa itu MEA dan bagaimana cara untuk menghadapi MEA tersebut.
BAB
2
PEMBAHASAN
1.
MEA
(Masyarakat Ekonomi ASEAN)
A. Pengertian
MEA
MEA
adalah sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk
menghilangkan, jika tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan
kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan
investasi. Hal ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat
serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman
modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan
pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.
B. Tujuan
MEA
Tujuan
utama MEA 2016 yang ingin menghilangkan secara signifikan hambatan-hambatan
kegiatan ekonomi lintas kawasan tersebut, diimplementasikan melalui 4 pilar
utama, yaitu :
1) ASEAN
sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (single market and production
base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik
dan aliran modal yang lebih bebas
2) ASEAN
sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi (competitive economic
region), dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas
kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce;
3) ASEAN
sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata (equitable economic
development) dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa
integrasi ASEAN untuk negara-negara CMLV (Cambodia, Myanmar, Laos, dan
Vietnam);
4) ASEAN
sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian
global (integration into the global economy) dengan elemen pendekatan yang
koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta
dalam jejaring produksi global.
C. MEA
Bagi Indonesia
MEA menjadi dua sisi mata uang bagi
Indonesia : satu sisi menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan kualitas
dan kuantitas produk dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia kepada
negara-negara lain dengan terbuka, tetapi pada sisi yang lain dapat menjadi
boomerang untuk Indonesia apabila Indonesia tidak dapat memanfaatkannya dengan
baik.
Indonesia harus melihat MEA sebagai
peluang yang terbuka untuk memperbaiki kualitas SDM yang ada dengan
meningkatkan daya saing, menyediakan pendidikan dan kesehatan yang memadai, dan
memberikan edukasi terhadap pentingnya MEA 2016. Meskipun peran dominan dalam
meningkatkan kualitas menjadi milik pemerintah, bukan berarti seluruh tanggung
jawab berada di tangan pemerintah. Justru sebaliknya, perlu kesadaran bahwa
efek dari MEA akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan tanggung jawab untuk
berpartisipasi dan mempersiapkan diri menjadi milik bersama.
Pada
sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya
Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi
melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber
daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia.
2.
Cara
Menghadapi MEA Bagi Kewirausahaan
a) Original
Desain = Dimana hanya Desain terbaiklah yang nanti akan dipilih konsumen.
b) strategi pemasaran
= Tentunya dengan memnfaatkaan even-event promosi dimanapun berpartisipasilah
dan gencar menggelar pameran produk kebanggaan Indonesia, baik itu di
dalam negeri maupun luar negeri.
c) strategi
dalam mekanisme perusahaan = khususnya dalam pemanfaatan teknologi menjadi
faktor penunjang kualitas produk UMKM. Hanya dengan teknologi yang baik,
produk bisa bersaing, apalagi di era pasar bebas ini.
d) Strategi Keunggulan
Pelayanan yang meliputi pelayanan yang terintegrasi yang ditujukan untuk
memberikan kemudahan, ketepatan, keamanan dan kecepatan pelayanan, dan tentunya
dengan membuat strategi dalam Kehandalan Karyawan, hususnya karyawan
operasional yang terlibat langsung dengan pelanggan, maupun karyawan yang ada
dibelakang (back office) dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan
keinginan konsumen.
e) strategi
dalam memperlakukan Konsumen agar puas terhadap barang
dan jasa yang dikonsumsinya akan mempunyai kecenderungan untuk membeli ulang
“repeater guest” dari produsen yang sama. Kepuasan merupakan faktor yang
mendorong adanya komunikasi dari mulut ke mulut. Bentuk dari komunikasi
dari mulut ke mulut yang disampaikan oleh orang yang puas ini bisa berbentuk
rekomendasi kepada calon konsumen lain, dorongan kepada rekan untuk melakukan
bisnis dengan penyedia dimana konsumen puas, dan mengatakan halhal yang baik
tentang penyedia jasa dimana ia puas . Efek kepuasan
konsumen terhadap perilaku adalah konsumen yang puas cenderung untuk
mempertimbangkan penyedia jasa yang mampu memuaskan sebagai pertimbangan
pertama jika ingin membeli produk atau jasa yang sama.
BAB 3
KASUS
Iseng Sulap
Enceng Gondok, Jadi Bisnis Beromzet Jutaan Rupiah
Ninik
Setrawati - detikfinance

Jakarta -
Enceng gondok yang sering dianggap
sebagai tanaman pengganggu bagi para petani, tidak demikian halnya bagi Rafi
Hartono, pemilik Geni Art. Melalui keuletannya, enceng gondok tersebut disulap
menjadi produk kreatif yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah ke
kantongnya. Usaha kreatif Geni Art dimulai oleh Rafi sejak 2004. Modal awal
yang ia keluarkan bisa dibilang sangat kecil, yaitu Rp 45.000. Uang ini ia
gunakan untuk membeli perlengkapan gambar, misal penggaris, cutter, dan
pensil. Ide cemerlang untuk memanfaatkan enceng gondok ia temukan secara
tak sengaja. Saat itu ia beserta teman-temannya sedang bermain di rawa. Di rawa
itulah ia menemukan enceng gondok untuk kemudian dibuat mainan mobil-mobilan
sejenis bemo. "Setelah jadi mobil-mobilan, kita letakkan mainan itu
di pinggir jalan dengan harapan ada orang yang tertarik saat melihatnya. Waktu
itu kita belum tahu harus ke mana memasarkan produk ini," ungkap Rafi
kepadadetikFinance pekan lalu dalam acara 'Wirausaha Bank Mandiri'.
Harapan Rafi dan temannya terkabul. Suatu ketika datang seseorang yang menawar mobil-mobilan
tersebut. Beberapa waktu kemudian, ia didatangi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga
Semarang dengan tujuan membantu pemasaran dan pemberian dana usaha.
Produk kreatif yang ditawarkan oleh Geni Art diantaranya adalah lokomotif
kereta yang dijual dengan harga Rp 375 ribu, mobil bemo Rp 85 ribu, kotak
tissue seharga Rp 35 ribu, dan tutup lampu Rp 60 ribu. Dalam soal
pemasaran, Rafi mengaku tidak mengalami kesulitan. Ia mengatakan membuat produk
apa saja pasti akan laku, karena produk kreatif buatannya banyak diminati oleh
pembeli. Justru yang menjadi kendala utama usahanya adalah terbatasnya SDM yang
kreatif. "Kalau SDM sebenarnya banyak, tapi yang kreatif itu yang
sulit mencarinya," ungkapnya. Kendala lain yang diungkapkan oleh Rafi
adalah menciptakan model atau produk terbaru bagi usahanya. Selama ini ia
menciptakan model terbaru melalui ide kreatifnya sendiri dengan melakukan
berbagai percobaan atau melalui internet. Mengenai modal, Rafi juga tidak
kuatir, karena saat ini ada bank yang bisa memberikan modal bagi usaha kreatif
miliknya. Bank yang disebut oleh Rafi adalah Bank Mandiri. "Modal
bisa dibilang tidak ada masalah. Untuk meminjam pun tidak terlalu sulit.
Sekarang sudah ada bank yang percaya pada kerajinan enceng gondok yang ada di
tempat kami, jadi agak mudah kalau mau meminjam," imbuhnya. Mengenai
suplai bahan baku yang biasanya dikeluhkan oleh para pengusaha, Rafi tidak
mempersoalkan masalah tersebut. Bahan baku enceng gondok bisa ia peroleh dengan
mudah, karena di tempat tinggalnya berdekatan dengan rawa yang memang banyak
terdapat enceng gondok. Jika dulu ia mencari sendiri enceng gondok
tersebut, kini ia mengerahkan masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan
eceng gondok itu. Biasanya ia membeli Rp 3.500/kg enceng gondok kering atau Rp
1.500/kg untuk enceng gondok basah. Agar enceng gondok bisa dipakai,
enceng gondok harus dalam kondisi kering. Jika ingin ecneng gondok yang
berbentuk lembaran, maka pertama-tama kupas enceng gondok untuk dibuang isinya.
Setelah itu baru kemudian dijemur. Proses pengeringan biasanya memakan waktu
selama 3 hari. Yang perlu diingat dalam proses pengeringan adalah jangan sampai
enceng gondok bersentuhan dengan tanah karena akan menimbulkan jamur. Jika
sudah demikian, maka enceng gondok tidak bisa dipakai lagi. Isi enceng gondok
ternyata juga tak kalah bermanfaat dibanding kulitnya. Isi enceng gondok yang
telah dihancurkan kemudian dicampur dengan lem ternyata juga bisa bermanfaat
untuk membuat produk kreatif. Setelah berbentuk bubur dan dicampur dengan lem,
cetak bubur tersebut sesuai keinginan. Salah satu produk Geni Art yang terbuat
dari bubur isi enceng gondok adalah tutup kampu. Dengan ide kreatif dan
larisnya pembeli, dalam sebulan Rafi bisa memperoleh omzet sekitar Rp 8
juta/bulan. Pengeluaran yang dikeluarkan untuk usaha ini-pun tidak terlalu
besar. Untuk memenuhi permintaan konsumen, dalam sebulan Rafi bisa menghabiskan
150 kg enceng gondok, 10 kaleng lem (30 kg/kaleng), dan 50 kertas daur ulang.
Rafi berharap agar usaha kreatif enceng gondok semakin berkembang dan
diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran. Kini, Rafi telah memiliki
showroom sendiri di rumahnya. Ia berharap kelak showroom tersebut bisa
digunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan berbagai hasil kerajinan kretaif di
tempatnya. "Saya ingin agar desa saya menjadi sentra kerajinan enceng
gondok dan bisa dikenal hingga ke luar negeri," pungkasnya. Jika Anda
mempunyai ide kreatif, munculkan ide Anda dalam bentuk sebuah produk. Jika
sudah demikian, maka Anda akan mendulang kesuksesan yang sama seperti Rafi
Hartono, pemilik Geni Art.
BAB 4
SARAN
Dalam
proses pemasaran harus melihat Negara yang selain Indonesia supaya dalam
menghadapi MEA nanti sudah mempunyai pasar di luar Indonesia dan SDM yang
kreatif harus segera di temukan supaya dalam pembuatan ide tidak itu-itu saja
tetapi mempunyai banyak ide yang kreatif. Dalam pembuatan SDM kreatif yang
pertama harus memberi cara pembuatan dan yang kedua dengan cara seminar tentang
kreatifitas.
BAB 5
KESIMPULAN
MEA
adalah sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk
menghilangkan, jika tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan
kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan
investasi. Dalam berwirausaha sekarang ini harus mengutamakan Original
Desain, strategi pemasaran, strategi dalam mekanisme perusahaan,
Strategi Keunggulan Pelayanan , strategi dalam memperlakukan Konsumen
supaya UKM Indonesia tidak kalah saing dengan produk yang akan masuk di
Indonesia dan untuk menjadikan Indonesia kuat dalam bidang kewirausahaan di
dalam ASEAN.
BAB 6
DAFTAR
PUSTAKA