BAB
I
PENDAHULUAN
Sebagai seorang wirausaha untuk
mengawali suatu usaha memerlukan suatu perencanaan usaha sehingga menunjukkan
bahwa seseorang serius untuk berwirausaha, dan untuk menghindari faktor-faktor
yang menyebabkan kegagalan, serta mengantisipasi setiap tantangan yang akan
dihadapi dalam menjalankan usaha.
Rencana usaha harus dibuat karena
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam
perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Di samping itu
pembuatan rencana usaha menunjukkan sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam
berusaha dan komitmen yang kuat untuk menjalankan usahanya sehingga tidak mudah
menyerah dan putus asa ketika menghadapi setiap kendala dan resiko usaha.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Perencanaan Usaha
Menurut
Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993) (dalam Suryana,2003) wirausaha adalah
orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk
menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Untuk dapat melakukan semua itu
diperlukan sebuah perencanaan yang tepat dan terperinci, sebab perencanaan
usaha merupakan suatu alat untuk memastikan bahwa sebuah usaha dijalankan
dengan benar dan tepat, yang mencakup pemilihan kegiatan yang akan dijalankan,
bagaimana menjalankan dan kapan dimulai dan selesainya pekerjaan itu, untuk
membantu tercapainya tujuan usaha.
Seorang
wirausaha, menurut Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993) (dalam
Suryana,2003), mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : Wirausaha
adalah orang yang menciptakan bisnis baru dalam menghadapi resiko dan
ketidakpastian dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan
cara mengenali peluang dan mengombinasikan sumber-sumber yang diperlukan untuk
memanfaatkan peluang tersebut.
Jadi,
pengertian perencanaan usaha menurut kelompok adalah sebagai proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan,
prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu
usaha atau bisnis tertentu.
B. Pentingnya
Rencana Usaha
Rencana
usaha harus dibuat tertulis sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan dan
pedoman untuk menjaga agar kegiatan bisnis terarah dan focus pada pencapaian
tujuan. Dengan membuat suatu penilaian terlebih dahulu sebelum melakukan
investasi yang kemudian dituangkan dalam suatu laporan secara tertulis, Manfaat
yang bisa diperoleh dari perencanaan bisnis adalah, bisa digunakan sebagai
pedoman atau alat untuk mengetahui apakah kegiatan bisnis yang akan dijalankan
itu memungkinkan dan memiliki kelayakan untuk dijalankan dan berapa waktu yang
dibutuhkan untuk mewujudkannya serta dapat dijadikan sebagai alat pengawasan.
Menurut
Bygrave, (1994:115) ada beberapa alasan penting mengapa orang harus menyusun
perencanaan usaha:
1.
Untuk Menunjukkan Bahwa
Bisnis Ini Layak Dan Menguntungkan
2.
Untuk Mendapatkan
Pembiayaan Bank
3.
Untuk Mendapatkan Dana
Investasi
4.
Untuk Mengatur Dengan
Siapa Harus Bekerjasama
5.
Untuk Mendapatkan
Kontrak Besar
6.
Untuk Menarik Tenaga
Kerja Inti
7.
Untuk Memotivasi Dan
Fokus
Perencanaan
usaha bisa dibuat dalam bentuk jangka pendek ataupun jangka panjang sehingga
dapat ditentukan langkah awal dan pentahapan program kegiatan yang akan
dilakukan dan target yang hendak dicapai serta resiko,hambatan dan tantangan
yang akan dihadapi pada setiap tahapannya dan ini merupakan rencana perjalanan
yang akan diikuti oleh wirausaha. kedalaman dan rincian dari sebuah perencanaan
usaha sangat tergantung kepada luasnya bisnis yang akan dilakukan, dan
kompleksitas dari proses pengelolaan bisnis tersebut. Perencanaan usaha juga
harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan adanya barang dan jasa yang
ditawarkan oleh perusahaan tersebut, sehingga perencanaan usaha harus berbasis
pada permintaan pasar.
C. Membuat
Rencana Usaha
Strategi
adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan usaha dengan melibatkan semua
sumberdaya atau faktor produksi yang dimiliki. Dalam dunia bisnis dikenal
beberapa strategi yang biasa diterapkan perusahaan sebagai berikut:
1.
Defender, strategi
bisnis yang diarahkan untuk meraih dan mempertahankan pasar pada segmen sempit
dari seluruh pasar potensial yang ada.
2. Prospector,
strategi bisnis yang diarahkan secara agresif untuk meraih pasar seluas-luasnya
melalui inovasi produkproduk baru.
3. Analyzer,
strategi bisnis yang dijalankan melalui imitasi, yaitu meniru apa yang
dilakukan prospektor. Strategi bisnis seperti ini bertujuan meraih keuntungan
dengan meminimalkan risiko.
4. Kepemimpinan
dalam biaya (cost-leadership strategy), strategi bisnis yang diarahkan untuk
meraih pasar seluasluasnya melalui harga produk yang semurah-murahnya.
5. Diferensiasi
(differentiation strategy), strategi bisnis yang diarahkan untuk meraih pasar
seluas-luasnya melalui keunikan produk yang dihasilkan. Keunikan tersebut bisa
dicirikan oleh kualitas yang tinggi, pelayanan yang prima, maupun rancangan
produk yang inovatif.
6. Fokus
(focus strategy), strategi bisnis yang diarahkan dalam segmen pasar yang sempit
yang dijalankan melalui fokus dalam kepemimpinan biaya (cost focus) atau fokus
dalam diferensiasi (differentiation focus).
D. Sifat
dan Manfaat Perencanaan Usaha
Suatu
perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat sebagai berikut:
1.
Fokus, artinya
perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan yang
jelas.
2.
Rasional dan faktual,
artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal,
realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.
3.
Berkesinambungan dan
estimasi, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang
berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang.
4.
Preparasi dan
fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman
untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan lingkungan
bisnis yang dihadapi.
5.
Operasional, artinya
perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan.
Apabila
suatu perencanaan usaha memiliki sifat-sifat di atas, maka dengan membuat
perencanaan usaha akan diperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:
1.
Pekerjaan atau
aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas.
2.
Menghindari pekerjaan
atau aktivitas yang tidak produktif serta penggunaan sumberdaya yang lebih
efisien.
3.
Menyediakan alat
evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha.
4.
Menyediakan landasan
untuk pengawasan dan upaya perbaikan. Artinya, perencanaan usaha digunakan
untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
E.
Proses Perencanaan Usaha
Ada 4 langkah dalam proses
perencanaan usaha, yaitu sebagai berikut :
1.
Mengidentifikasi peluang usaha
Pada umumnya, suatu produk
berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan apabila penawaran untuk produk
tersebut masih lebih kecil dari permintaannya. Peluang usaha muncul ketika
permintaan pasar lebih besar dari penawarannya. Jadi peluang usaha dicirikan
oleh masih adanya permintaan pasar untuk produk tersebut.
2.
Menentukan jenis usaha yang akan
dijalankan
Berdasarkan langkah indentifikasi
akan diperoleh berbagai alternatif jenis usaha yang mungkin dipilih. Dari
sejumlah alternatif yang ada, usaha selanjutnya dilakukan penilaian awal untuk
menentukan jenis usaha yang paling memungkinkan dan dipandang paling
menguntungkan. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin
menjadi pendukung maupun penghambat usaha. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu
diperhatikan antara lain:
a)
Jumlah modal dan sumber modal yang
diperlukan.
b)
Ketersediaan bahan baku baik secara
kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya.
c)
Ketersediaan tenaga kerja yang
diperlukan.
d)
Prospek pemasaran produk yang
dihasilkan.
e)
Cara-cara pendistribusian.
f)
Daya beli masyarakat terhadap produk
yang dihasilkan.
g)
Selera konsumen.
3.
Melakukan studi kelayakan usaha
Studi kelayakan usaha (SKU) atau
feasibillity studi adalah cara yang ditempuh untuk menentukan layak tidaknya
suatu gagasan usaha dilaksanakan. Maksud layak di sini dilihat dari berbagai
aspek sebagai berikut:
a)
Aspek pasar dan pemasaran
b)
Aspek produksi
c)
Aspek finansial
d)
Aspek organisasi dan manajemen
4.
Membuat proposal usaha
Langkah terakhir dalam proses
perencanaan usaha adalah membuat proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen
tertulis dari perencanaan usaha.
BAB III
CONTOH Perencanaan
Usaha "BANANA BAKNIS"
BANANA BAKNIS FOOD
Disusun Oleh :
Wulandari Eka Putri
Wulandari Eka Putri
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Perusahaan
Kami dari perusahaan
makanan BANANA BAKNIS (Bakar Manis) yang bergerak di bidang kuliner yang
menyajikan makanan dengan bahan dasar pisang dengan rasa yang beraneka rasa yaitu (Coklat,Strawberry,Keju)
Kami memilih makanan ini
karena buah pisang mudah di temukan dan sekaligus turut serta untuk meramaikan
aneka,dan masyarakat Indonesia yang relatif menyukai makanan ringan,kami pun
ingin membuat sesuatu yang berbeda dengan kompetiter lainnya dengan variasi
makanan yang berbeda.
Kami berusaha menyajikan
makanan ringan yang sehat serta layak di konsumsi. Kami mengharapkan masyarakat
merasakan manfaat dari menkonsumsi makanan Banana Baknis kami.
BAB II
ISI BUSINESS
PLAN
2.1 Visi & Misi
Visi
Menjadikan makanan pisang menjadi lebih dikenal dan menjadi pilihan utama
sebagai makanan ringan bagi masyarakat Indonesia.
Misi
1. Berorientasi
kepada kepuasan konsumen.
2. Membuat aneka makanan pisang dengan
berbagai rasa.
3. Memperkenalkan kepada masyarakat
bahwa buah pisang bisa menjadi makanan ringan.
2.2
Identifikasi Usaha
Nama Usaha :
Banana Baknis
Pemilik Usaha :
Banana Baknis Food
Alamat Usaha :
Wisma Asri 2 Kp.Irian Gang H.Usman RT09/04
Contact Person : 089654334671
2.3 Ruang
Lingkup Usaha
Ruang lingkup usaha yang kami rintis ini masih usaha perumahan kecil, tapi
usaha ini sangat menjanjikan karena Banana Baknis kami dapat dikonsumsi oleh
semua kalangan.
Tujuan Usaha
1. Menerapkan kemampuan berwirausaha
2. Memenuhi kebutuhan konsumen
3. Memunculkan bakat untuk berbisnis
4. Mendapatkan penghasilan
BAB III
ANALISIS
USAHA
3.1 Rencana Produk
Produk kami ialah produk makanan ringan, dan produk kami adalah makanan cepat saji yang istimewa. Bahan utama yang kami gunakan adalah pisang nagka, keju, strawberry, cokelat.
Produk kami ialah produk makanan ringan, dan produk kami adalah makanan cepat saji yang istimewa. Bahan utama yang kami gunakan adalah pisang nagka, keju, strawberry, cokelat.
Awalnya perusahaan kami dibentuk karena melihat tingkat kesukaan masyarakat
kepada makanan ringan yang cukup tinggi. Modal kami berjumlah Rp.
2.014.000,00,- yang berasal dari pinjaman sebesar Rp. 1.500.000,00,- dan Modal
Banana Baknis Rp. 5140.000,00,-
3.2 Produk/jasa yang dihasilkan
3.2 Produk/jasa yang dihasilkan
Keistimewaan banana baknis ini diantaranya :
v Hidangan
cepat saji yang lezat dan bergizi.
v Harga
relative terjangkau oleh semua kalangan.
v Memiliki
variasi rasa (coklat,strawberry,keju).
v Dapat
diterima oleh semua kalangan.
BAB IV
DESKRIPSI
TENTANG USAHA
4.1 Jenis
Usaha
Menjual makanan ringan yang lezat dan bergizi dengan berbagai macam varian
rasa (cokelat, keju dan strawberry).
4.2 Prospek Usaha
Usaha yang kami dirikan ini merupakan usaha menengah, kalangan manapun tahu
dengan produk makanan ini. Dalam usaha ini tingkat persaingan mudah diatasi
karena kami selalu berinovatif dan kreatif dalam produk kami sesuai selera
konsumen.
BAB V
RENCANA
PRODUKSI
Rencana produksi kami dalam jangka waktu 1bulan sebesar 500 buah banana
baknis.
5.1 Bahan
Baku dan penggunaannya
Bahan-bahan untuk membuat Banana Baknis :
·
Pisang
·
Mentega
·
Selai
strawberry
·
Cokelat
batang
·
Keju
·
Susu cokelat
Alat untuk membuat :
·
Wajan Teflon
·
Pisau
·
Piring
·
Sendok
Cara Pembuatan :
1. Potong pisang menjadi 2
2. Panaskan wajan, masukkan mentega hingga meleleh. Lalu
masukkan pisang tadi goring hingga warna kecokelatan.
3. Angkat lalu taburi cokelat
batang,selai strawberry, keju, dan terakhir susu cokelat hidangkan selagi
panas.
BAB VI
RENCANA
PEMASARAN
6.1 Analisis
persaingan usaha
SWOT
A. STRENGTH (KEKUATAN)
·
Bahan
bakunya mudah ditemukan
·
Memiliki
rasa khas tersendiri
·
Harga
terjangkau
B. WEAKNESSES (KELEMAHAN)
·
Tidak tahan
lama dan mudah basi
·
Modal usaha
yang kecil
C. OPPORTUNITIES (PELUANG)
·
Minat akan
makanan ringan tinggi
·
Makanan
ringan yang kaya akan vitamin
D. THREATS (ANCAMAN)
·
Banyak
makanan dengan variasi yang lain
·
Ada jenis
makanan yang sama
·
Harga produk
competitor bersaing
·
Selera
konsumen variatif
6.2 Analisis
4P
1.
Product
·
Type : Banana
· Brand : BANANA BAKNIS
· Brand : BANANA BAKNIS
·
Quality : Tanpa bahan pengawet
·
Packing
: Menggunakan mika sebagai pengemas produk
2.
Price
·
Price List
: Rp. 3000 (untuk semua rasa)
3.
Promotion
·
Advertising :
Menggunakan media jejaring social
·
Sales
promotion : Mempromosikan penjualan
kepada pelanggan
·
Personal
Selling : Berkeliling dan menjual
secara langsung kepada pelanggan
4.
Place
·
Berlokasi di
wilayah perumahan ,dan dipinggir jalan
6.3 Target
Dan Segmentasi Pasar
§ Geografi
1. Wilayah yang
kita jadikan target yaitu wilayah Bekasi, alasan kita memilih Bekasi karena
bahan-bahan untuk membuat produk ini sangat mudah ditemukan dikota ini.
2. Kami melihat
banyaknya peluang bisnis pada makanan yang siap saji, sehingga kami
memanfaatkan peluang ini.
§ Demografi
Berdasarkan demografi, secara pasar kami bertuju pada
kalangan mahasiswa, dosen dan lingkungan sekitar Perumahan dan dipinggiran
jalan dengan membuka warung untuk mempermudah kami memperoleh informasi pasar.
6.4 Strategi
Pemasaran
Ø Perkenalan Bisnis
Produk yang kami tawarkan merupakan makanan ringan yang lezat, bergizi, dan
harga yang terjangkau. Produk ini bernama “BANANA BAKNIS” yaitu pisang pilihan
yang sehat untuk dikonsumsi. Banana baknis ini mempunyai varian rasa yaitu
cokelat, strawberry dan keju.
Ø Membangun jaringan dengan usaha lain yang dapat
mendukung bisnis
Memiliki produk banana baknis ini yang berbahan baku seperti pisang,
mentega, cokelat, keju dan strawberry. Oleh karena itu kami berniat bekerja
sama kepada perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk kami demi
meningkatkan kualitas produk kami.
Ø
Menciptakan inovasi pada desain yang
ditawarkan.
Produk kami kali ini yang pertama : banana baknis dengan dilapisi cokelat
strawberry maupun keju kedepannya kami ingin berinovasi untuk membuat banana
baknis isi.
Ø Meningkatkan kualitas pelayanan
Menyediakan website untuk wadah para konsumen memberikan saran atas produk
yang kami buat.
Ø Media pemasaran
Kami akan mempromosikan produk kami melalui jejaring social.
BAB VII
RENCANA
PERMODALAN
7.1 Modal
Usaha
Modal banana Baknis :
Rp. 514.000,00,-
Modal pinjaman :
Rp. 1.500.000,00,-
Jumlah Pinjaman :
Rp. 2.014.000,00,-
7.2
Penentuan Harga Produksi
Biaya Baku :
Rp. 259.000,00,-
Biaya Penolong :
Rp. 166.000,00,-
Total biaya Produksi :
Rp. 425.000,00,-
Biaya Cetak laporan : Rp.
6.000,00,-
Biaya ADM :
Rp. 8.000,00,-
Total Biaya Operasional : Rp.
14.000,00,-
Harga potong produksi/potong BANANA BAKNIS adalah :
Banana baknis =(Rp. 425.000 + Rp.16.000/500 = Rp. 878,-
Menentukan harga jual
Banana baknis : Rp. 1.756
5.3 Penentuan
Harga Jual
Perkiraan laba yang diharapkan :
Rp. 3.000 – Rp. 1.756 = Rp. 1.244,-
BAB VIII
RESIKO
9.1 Resiko yang akan mungkin terjadi didalam usaha
kami yaitu :
1. Adanya sabotase terhadap
usahanya.
2. Harga barang-barangnya turun
naik.
3. Adanya persaingan global.
4. Adanya resesi dan inflasi.
5. Adanya cashflow yg
tersendat-sendat.
6. Tingkat penjualan yg rendah.
7. Kacaunya distribusi.
8. Adanya bencana alam.
9. Adanya pencurian, penipuan dsb
BAB X
KESIMPULAN
Usaha banana Baknis kami merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena
akan menghasilkan omset yang tinggi. Namun wirausaha harus mempunyai kecakapan
dalam melihat analisis SWOT sehingga dapat mengembangkan usaha dengan baik dan
lancar, tidak menimbulkan kegagalan produksi ditengah jalan maka seorang
wirausaha harus merencanakan usaha semaksimal mungkin agar usaha berkembang
dengan cepat. Dan juga kami akan terus melakukan inovasi agar konsumen terus
berlangganan kepada kami.
BAB V
KESIMPULAN
1. Perencanaan
usaha adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan,
prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu
usaha atau bisnis tertentu.
2. Suatu
perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat sebagai berikut: Fokus,
artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan
yang jelas. Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan
pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung
dengan fakta-fakta yang ada. Berkesinambungan dan estimasi, Pemilihan lokasi dan jenis produk akan menentukan besarnya biaya yang dibutuhkan artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang. Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan
dilaksanakan yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi. Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan.
dengan fakta-fakta yang ada. Berkesinambungan dan estimasi, Pemilihan lokasi dan jenis produk akan menentukan besarnya biaya yang dibutuhkan artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang. Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan
dilaksanakan yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi. Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan.
3. Beberapa
manfaat perencanaan usaha adalah pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan
secara teratur dan dengan tujuan yang jelas, menghindari pekerjaan atau aktivitas
yang tidak produktif serta penggunaan sumberdaya yang lebih efisien,
menyediakan alat evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha, serta menyediakan
landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan. Artinya, perencanaan usaha digunakan
untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
4. Proses
perencanaan usaha meliputi empat hal, yaitu mengidentifikasi peluang usaha,
menentukan jenis usaha yang akan dijalankan,
melakukan studi kelayakan usaha, dan membuat proposal usaha.
DAFTAR
PUSTAKA

kelompok 9
BalasHapusmenurut kelompok kalian apakah sebuah perencanaan usaha yang telah direncanakan sebaik mungkin dapat dirubah diperjalanan usaha, dan berikan lasan mengenai jawaban anda. trimakasih
Bagus kak trimakasih..
BalasHapusBaguss
BalasHapusAPAAN SIH KALIA N???
BalasHapusThis way my associate Wesley Virgin's tale begins in this shocking and controversial video.
BalasHapusWesley was in the army-and shortly after leaving-he found hidden, "mind control" secrets that the CIA and others used to get everything they want.
THESE are the EXACT same tactics many famous people (especially those who "come out of nowhere") and top business people used to become wealthy and successful.
You probably know how you use less than 10% of your brain.
That's mostly because most of your brain's power is UNCONSCIOUS.
Perhaps that thought has even occurred INSIDE OF YOUR own head... as it did in my good friend Wesley Virgin's head 7 years back, while riding a non-registered, garbage bucket of a vehicle without a driver's license and with $3 on his debit card.
"I'm so frustrated with going through life payroll to payroll! When will I get my big break?"
You took part in those conversations, am I right?
Your success story is going to be written. All you need is to believe in YOURSELF.
Learn How To Become A MILLIONAIRE Fast